BIN Jadi Target Hacker China, Apa yang Dicari?

Ruslan
172 view
BIN Jadi Target Hacker China, Apa yang Dicari?
Foto: Net

DATARIAU.COM - Kelompok hacker China, Mustang Panda, yang menyerang Badan Intelijen Negara (BIN) dan 9 kementerian dan lembaga (K/L) menggunakan private ransomware bernama Thanos tidak hanya menyerang Indonesia. Tercatat, ada 6 negara yang sudah menjadi korban dari kelompok peretas yang juga punya nama lain HoneyMyte dan Temp.Hex itu.

Keenam negara tersebut adalah Filipina, Myanmar, Mongolia, Ethiopia, Vietnam, dan Bangladesh. Menurut General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong, HoneyMyte atau Mustang Panda telah mengadopsi teknik yang berbeda dalam melakukan serangan spionase siber selama beberapa tahun terakhir.

"Mereka fokusnya berbagai profil penargetan," kata dia, Selasa, 14 September 2021. Laporan terbaru Kaspersky yang diterbitkan Juli tahun ini mengungkapkan sekelompok aktivitas yang telah melakukan serangan spionase siber terhadap entitas pemerintah di Filipina dan Myanmar setidaknya sejak Oktober 2020.

Meskipun awalnya memusatkan perhatian mereka pada Myanmar, namun para aktor ancaman itu mengalihkan fokusnya ke Filipina. "Mereka biasanya mendapatkan pijakan awal dalam sistem melalui email spear-phishing dengan tautan unduhan Dropbox," jelas Tiong.

Ia melanjutkan, setelah diklik, tautan ini mengunduh arsip RAR yang disamarkan sebagai dokumen Word yang berisi muatan berbahaya. Setelah diunduh pada sistem, malware mencoba menginfeksi host lain dengan menyebar melalui drive USB yang dapat dilepas.

Jika drive ditemukan, maka malware membuat direktori tersembunyi di drive, di mana kemudian memindahkan semua file korban, bersama dengan executable berbahaya. Ia pun mengaitkan aktivitas ini " yang dijuluki sebagai LuminousMoth " erat dengan kelompok ancaman HoneyMyte.