Banyak Kepala Sekolah Resah Ditakut-takuti Oknum Wartawan, Begini Cara Menghadapinya Sesuai Undang-Undang

datariau.com
4.393 view
Banyak Kepala Sekolah Resah Ditakut-takuti Oknum Wartawan, Begini Cara Menghadapinya Sesuai Undang-Undang
Ilustrasi. (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Saat ini keberadaan wartawan sangat banyak, bahkan dengan berkembangnya penerbitan media online membuat jumlah wartawan juga tidak terkendali. Namun dari sekian banyak jumlah wartawan hanya beberapa yang profesional, selebihnya menjadi oknum yang membuat rusak citra wartawan.

Dengan bermodal kartu pers dari media online yang jika diperhatikan media online tersebut dalam penulisan berita masih berantakan tidak sesuai dengan penulisan jurnalistik, tanda baca berantakan, huruf besar kecil penempatannya pun tidak beraturan, para oknum wartawan ini datang ke sekolah-sekolah untuk menakut-nakuti kepala sekolah dengan pemberitaan.

Baca juga: Organisasi Wartawan China ACJA dan JMSI Jalin Kerjasama "People to People"


Memang pengaruh media online sangat besar, karena jangkauan tidak terbatas bisa diakses dengan cepat dari mana saja, kelebihan media online ini yang disalahgunakan oknum, mereka membuat sebuah situs website yang disebut media siber, namun perlu diingat, yang termasuk karya jurnalistik hanya yang dimuat dalam media massa yang berbadan hukum perusahaan pers, jika tidak memiliki badan hukum, maka statusnya sama seperti tulisan di media sosial Facebook dan lainnya.

Akan tetapi, banyak guru dan kepala sekolah yang belum memahami tentang wartawan dan media online, mereka mengira semua media online dan wartawan itu sama, padahal yang perlu diperhatikan adalah apakah wartawan tersebut sudah kompeten dan profesional, kemudian medianya apakah sudah memiliki perusahaan pers terdaftar di Kemenkumham.

Baca juga: Mobil Dirusak, Wartawan Media Online Riau Lapor Polisi, Windy: Target Mereka Aku Mati


Seperti di Lubuklinggau para kepala sekolah saat audensi dengan Kajari Lubuklinggau Riyadi Bayu Kristianto, menjelaskan banyak oknum wartawan yang datang, kemudian mengancam akan melaporkan ke Jaksa.

Kajari Lubuklinggau Riyadi Bayu Kristianto memberikan penjelasan hasil diskusi tersebut kepada wartawan. Dijelaskan Bayu, dalam diskusi tersebut salah satu yang menjadi keresahan para guru adalah adanya beberapa oknum mengatasnamakan LSM dan media. Dan menurut para guru oknum itu mengintimidasi.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)