Bahaya, Anak-anak Karyawan PT Arpena Sepakat Inhu ke Sekolah Naik Truk dan Jonder

2.899 view
Bahaya, Anak-anak Karyawan PT Arpena Sepakat Inhu ke Sekolah Naik Truk dan Jonder
Anak-anak PT AS yang pergi dan pulang sekolah naik truk dan jonder. (foto: heri)
INHU, datariau.com - Masih saja ada perusahan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau yang tidak peduli dengan keselamtan nyawa manusia.

Dengan membiarkan anak-anak para karyawannya ke sekolah naik alat berat jenis jonder dan truk, terkesan perusahaan ini mengabaikan keselamatan dan nyawa manusia.

Perusahan perkebunan kelapa sawit PT Arpena Sepakat ini berdomisili di Desa Aur Cina, Kecamatan Batang Cenako. Pemandangan anak-anak kecil naik alat berat ini ke sekolah bisa dilihat setiap hari. Tidak ada satupun pihak perusahan berpikir untuk menyediakan mobil yang pantas untuk anak sekolah karyawannya sendiri.

"Fenomena seperti itu sudah setiap hari menjadi pandangan, namun belum ada tanda-tanda niat baik pihak PT AS untuk mencarikan mobil bagi anak sekolah, padahal permintaan mobil untuk anak sekolah sudah berulang kali disampaikan oleh ketua komite," ujar Aktifis LSM Peta Siswanto kepada datariau.com, Jumat (13/2/2015).

Kepala Sekolah PT Arpena Sepakat, Wahyu Mimbar, melalui Ketua Komite Sekolah, Mardan saat dikonfirmasi datariau.com juga membenarkan bahwa anak-anak sekolah selama ini menjadikan alat berat sebagai transportasi ke sekolah.

"Benar mas, selama ini anak sekolah karyawan PT AS bila pergi dan pulang sekolah naik Jonder atau mobil truk. Kita sebagai pihak sekolah sudah berulang kali menyampaikan ke PT AS minta mobil bus untuk anak-anak sekolah, tapi sampai saat ini belum ada terealisasi dari pihak perusahan. Kita kasihan juga melihat anak-anak tersebut setiap pagi harus susah payah naik jonder," ujar Mardan.

Pihak sekolah juga mengaku khawatir dengan kondsi anak-anak naik jonder atau mobil truk ke sekolah karena mengancam keselamatan mereka. "Kita juga khawatirkan keselamatan jiwa anak-anak tersebut," ujar Mardan.

Terkait dengan hal ini, pihak PT AS belum ada yang dapat dikonfirmasi untuk dimintai keterangan. (her)
Tag:Sawit
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)