Aneh, Bocah 10 Tahun di Tanjungbalai Konsumsi BBM Selama 6 Tahun

Giri
1.239 view
Aneh, Bocah 10 Tahun di Tanjungbalai Konsumsi BBM Selama 6 Tahun
Suara Sumut
Gambar: Bocah 10 Tahun Konsumsi BBM


Wanita berkerudung itu sudah melakukan berbagai usaha untuk menghilangkan kebiasaan anaknya. Namun tetap saja AY ketergantungan. Ucy membutuhkan banyak biaya untuk membawa anaknya berobat.

"Dia sehat aja kok waktu minum bensin itu. Tapi dia mabuk seperti orang yang minum alkohol. Tapi saya terus awasi dan saya larang supaya dia tidak lagi minum bensin," jelas Ucy.

Tak hanya itu, AY terpaksa putus sekolah. Ia tak mau lagi belajar. AY pun pernah mencoba mengambil bensin dari motor gurunya.

"Dulu dia sempat saya masukkan ke PAUD, cuma dia gak mau lagi sekolah. Terus kalau belajar, matanya itu mencari-cari kereta (motor) gurunya untuk diambil bensinnya," paparnya kepada CNN Indonesia

Ucy berharap anaknya bisa sembuh dari kebiasaan meminum BBM. Sehingga bocah tersebut bisa beraktivitas seperti anak-anak lainnya dan kembali sekolah.

"Anak saya ini memang punya kebiasaan aneh. Dulu dia pernah makan pecahan kaca, pecahan keramik. Tapi saat dironsen tidak ada masalah. Harapan saya suma satu, gimana anak saya ini sembuh dari kecanduannya, supaya dia bisa sekolah seperti anak anak normal," ungkapnya.

Kebiasaan AY mendapat perhatian dari Kepala Balai Pengobatan Lanal Tanjungbalai Asahan, Letda Laut (K) drg. Karunia Budi. Kemarin, AY diperiksa. Saat diperiksa, AY mengeluhkan sakit di bagian perutnya.

"Dari pemeriksaan fisik dia mengeluhkan perutnya kembung dan ada gejala sempat mual tapi tidak muntah. Sejauh ini masih bagus karena dia sudah agak lama tidak mengkonsumsi. Karena orangtuanya memperhatikan untuk menghilangkan kebiasaan buruk dari anak tersebut," ungkapnya.

dr Kurnia Budi mengungkapkan, tindak lanjut yang dilakukan Lanal TBA yakni memberikan pengobatan awal untuk AY.

"Kami memberi perhatian khusus terhadap anak tersebut. Memberikan edukasi dan pengobatan awal. Baik untuk sang anak dan orangtuanya. Untuk meghilangkan kebiasaan buruknya, serta pemberian obat dan vitamin. Karena anak ini susah makan. Jadi kita berikan vitamin," urai Karunia Budi. (*)

Source:cnnindonesia.com

Editor
: Yessi Novriani
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)