Wisata Air, Seorang Murid TK Tewas Tenggelam di Platinum Water Park Bagan Batu

datariau.com
2.192 view
Wisata Air, Seorang Murid TK Tewas Tenggelam di Platinum Water Park Bagan Batu
Samsul
Pengawas kolam, Supri menunjukkan lokasi tenggelamnya Aldo di kolam dewasa yang berwarna hijau pekat yang menurut Supri dan Yapen air berwarna hijau karena tingginya curah hujan sehingga air berlumut.

BAGANBATU, datariau.com - Seorang Anak TK yang berumur 6 tahun, meninggal dunia tenggelam.

Dia bernama Aldo, putra dari Elvi alias Butet, warga Pekan Tolan, Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Dia tewas di kolam renang Platinum Water Park Bagan Batu, Km 5 Kepenghuluan Bahtera Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Kamis (26/5/2016) lalu.

Informasi yang rangkum dari sejumlah sumber, Aldo bersama temannya saat itu berwisata air bersama rombongan TK Syiar Islam asal Pekan Tolan, Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel).

Nur Asiah (35) salah seorang pengunjung warga kecamatan Tanjung Medan, Rohil menyebutkan, bahwa pada saat kejadian baru saja dirinya tiba di Water Park itu.

Pada saat itu, situasi pengunjung sedang panik karena ada yang kehilangan anak. Tidak berselang lama, tampak seseorang menggendong anak-anak dibawa menuju pintu keluar.

"Langsung diberi pertolongan pertama, terus dibawa ke rumah sakit," kata Nur Asiah.

Mendengar kabar bahwa ada kejadian di kolam water park dengan segera sejumlah  awak media langsung menuju ke lokasi kejadian. Namun, setiba di lokasi hendak mengkonfirmasi pihak manajemen Platinum Water Park, security mengatakan bahwa manager tidak ada di tempat.

Kemudian, ditelpon berkali-kali tidak kunjung diangkat. Pihak keamanan pun mempersilahkan awak media bertemu kasir yang bernama Fitri dan mewawancarai petugas pengawas, Yapen dan Supri.

Menurut keterangan Yapen, ketika ada pengumuman saat itu ia sedang makan siang dan bergantian dengan Supri untuk mengawasi kolam.

"Ketika itu saya di lobi sedang makan siang pukul 13.17 WIB. Saya dengar ada yang kehilangan anak. Nasi pun saya tinggalkan, begitu saya turun, korban sudah ditemukan dan langsung digotong kemari (dekat pintu keluar). Kata yang membawa, korban tenggelam di kolam renang dewasa," ujar Yapen.

Ditambahkan Yapen, ia menjelaskan bahwa petugas pengawas kolam hanya berdua, ia dan Supri saja. Petugas lainnya, Supri menuturkan ketika orang tua dan guru-guru korban melaporkan pada keamanan (security) dan diumumkan lewat pengeras suara bahwa ada anak yang hilang, ia mengaku saat itu sedang menggantikan rekannya Yapen yang sedang makan siang.

"Kebetulan ada obat kolam datang. Jadi saya mengerjakan mengangkat obat. Tiba-tiba ada orang dewasa membopong korban," jelas Supri.

Supri juga menjelaskan bahwa yang menemukan Aldo pertama kali adalah seorang pria dewasa yang ketika itu sedang berenang di kolam yang dalamnya 1,2 meter saat sedang asyik berenang di dalam air kolam yang berwarna hijau pekat,  tiba-tiba kakinya menyenggol sesuatu benda, begitu diangkat ternyata tubuh bocah laki-laki yang belakangan diketahui bernama Aldo, langsung saja pria tersebut memboyongnya ke arah ke luar pintu untuk segera diberikan pertolongan selanjutnya dibawa ke klinik Bunda.

"Nama dan alamat bapak itu saya tidak tahu," kata Supri.

Pihak medis yang melakukan pertolongan pertama terhadap korban, dr Herdianto ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa setelah korban tiba di klinik bunda sudah tidak bernyawa lagi.

"Kemungkinan meninggal di dalam kolam, hanya sekitar setengah jam disini, Pukul 14.30 wib korban dibawa pulang dengan ambulan sini. Pihak Water Park yang kemari atas nama Hendra mereka yang menanggung biaya perawatan disini dan ambulan untuk mengantar jenazah korban," tutur dr Hardi.

Sementara itu, Kapolsek Bagan Sinembah AKP Eka Ariandy Putra ketika dikonfirmasi awak media pada Kamis malam sekitar pukul 19.00 Wib mengaku belum mengetahui kabar tentang bocah yang meninggal di Water Park seperti tersebut di atas.

"Saya belum mendengar kabar itu, ya sudah nanti akan saya check," pungkasnya.

Penulis
: Samsul Bahri
Editor
: Riki
Tag:Tenggelam
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)