Wartawan Dipukul Saat Liputan di Samsat Bogor, Kamera Dirusak, Foto Dihapus

datariau.com
2.382 view
Wartawan Dipukul Saat Liputan di Samsat Bogor, Kamera Dirusak, Foto Dihapus
Faldy Valentano Kuran, wartawan media online newsmetro.co. mengaku menjadi korban kekerasan saat bertugas mencari berita di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Bogor.

DATARIAU.COM - Faldy Valentano Kuran, wartawan media online newsmetro.co. mengaku menjadi korban kekerasan saat bertugas mencari berita di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Bogor di kawasan Komplek Pemda, Jalan Tegar Beriman. Atas kejadian ini, Fadli Valentano Kuran melapor ke Polres Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky dalam keterangannya yang dikutip kumparan.com, Ahad (2/9/2018) menjelaskan, peristiwa keributan itu terjadi pada Jumat (31/8/2018). Dicky menegaskan bahwa dalam kejadian itu petugas Samsat tidak melakukan pemukulan terhadap wartawan.

Menurut kronologis yang disampaikan Dicky, bahwa kasus ini bermula saat Faldy Valentano Kuran melakukan peliputan di Samsat. Namun, kata Dicky, saat melakukan peliputan Faldy ditegur oleh petugas Samsat karena mengganggu ketertiban di ruang pelayanan dan  kantor pelayanan.

"Samsat juga sudah mau tutup," imbuh Dicky yang tak merinci soal keributan yang dilakukan oknum wartawan yang dia maksud.

Dijelaskannya lagi, Faldy terlibat adu mulut dengan petugas karena tidak terima ditegur, wartawan itu pun dikeluarkan dari dalam ruang pelayanan oleh petugas Samsat.

"Saat itu kebetulan ada wartawan media BRTS inisial BB berada di Samsat selesai perpanjang pajak kendaraan, kemudian menegur FV (Faldy Valentano) agar etis untuk jaga nama baik wartawan," kata Dicky.

Namun, lanjutnya, Faldy tidak terima ditegur dan malah memukul BB. Melihat BB dipukul, warga sekitar kemudian bereaksi dan memukul FV. "Oleh petugas Samsat kemudian dilerai," tutur Dicky.

Insiden pemukulan itu berlanjut, BB kemudian melaporkan Faldy ke Polres Bogor. Faldy juga melaporkan apa yang dialaminya, dipukul warga.

Namun dalam keterangan Faldy yang dimuat di media online tempatnya bekerja Newsmetro.com, bahwa dia dipukul oleh calo yang ada di Samsat. Saat itu beberapa wartawan yang tergabung dalam organisasi Ikatan Penulis dan Jurnalistik Indonesia (IPJI) Kota Depok melakukan investigasi di samsat tersebut.

Usai melakukan investigasi, satu diantara wartawan tersebut yaitu Faldy Valentano Kuron yang merupakan Redaktur Surat Kabar News Metro dan Newsmetro.co mengambil gambar di luar samsat.

Diduga ada rasa ketakutan diberitakan yang buruk, karena diduga banyak masalah di samsat tersebut, maka menurutnya, oknum Baur Samsat berinisial DD keluar dari ruangan sembari marah-marah dan berusaha merampas kamera wartawan.

Sikap arogan Baur ini memancing emosi puluhan calo yang kemudian satu diantaranya merampas kamera Faldy dan menghapus semua hasil potretanya. Usai meghapus, lalu kamera tersebut dibanting hingga rusak.

Bukan hanya sampai disitu, merasa tidak puas hanya karena merusak kamera, puluhan calo ini secara beramai-ramai mengeroyok Faldy. Akibat pengeroyokan itu, Faldy mengalami patah tulang pada bagian hidung.

Usai BAP di Polres Bogor, Faldy menjelaskan bahwa selain calo, ada oknum polisi petugas di Samsat Bogor yang ikut memukulinya. “Betul ada petugas samsat yang mukul muka saya sampai tiga kali, saya tahu polisinya,” jelas Faldy sambil menjelaskan akan melaporkan oknum polisi itu ke Propam Polda Jawa Barat.

Baur STNK Samsat Cibinong Bogor, Aiptu Didin Ahminudin membantah jadi provokator keributan tersebut. Menurut dia, pemberitaan yang beredar yang mengatakan dirinya ikut memukul adalah berita tidak benar.

“Dengan pemberitaan itu saya merasa dirugikan dan pencemaran nama baik dan saya akan adukan hal ini kepada Dewan Pers. Dan ketika ditanya meliput apa juga tidak jelas yang ada teriak. Sementara untuk pelayanan Samsat Kabupaten Bogor ini dapat predikat terbaik se-Jawa Barat,” ucapnya, dikutip beritaekspres.com.

"Jadi saya bingung, apa maunya, yang ada mengancam akan diobrak-abrik. Nggak jelas teriak-teriak di kantor Samsat, wajar dong saya suruh keluar, karena menganggu proses kerja di kantor kami,” sambungnya.

Polres Bogor juga berkoordinasi dengan PWI terkait persoalan tersebut. (*)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)