Warga Terganggu Bau Amis Dari Tempat Olahan Hewan Melata di Jalan Lintas Timur Pelalawan

datariau.com
4.078 view
Warga Terganggu Bau Amis Dari Tempat Olahan Hewan Melata di Jalan Lintas Timur Pelalawan

PELALAWAN, datariau.com - Ditemukan adanya rumah yang dijadikan gudang penampungan dan pengolahan berbagai jenis hewan melata di Jalan Lintas Timur KM 113 Desa Terap, Kecamatan Bandar Petalangan Kabupaten Pelelawan.

Warga yang melintas merasa terganggu dengan bau amis dari tempat ini, dikarenakan posisi rumah berada di pinggir jalan, termasuk warga sekitar juga merasakan bau tidak sedap dari tempat tersebut.

Saat tim datariau.com mencoba mengunjungi lokasi, benar saja bau menyengat di sekitar gudang yang berada tepat di pinggir jalan di pemukiman masyarakat sekitar langsung tercium, tampak seekor ular besar berjenis ular Gendang yang tergantung akan diolah untuk dipasarkan. Tampak pula kulit ular yang sudah dikeringkan.

Seorang warga yang mengaku setiap melintas jalan tersebut sangat terganggu aroma tempat tersebut.

"Sungguh menyengat amis, di sana saya lihat gudang tersebut selain ular juga menerima labi-labi dan kura-kura juga," ujar pengendara yang mengaku bernama Ikbal, kemarin.

Ketika tim Datariau.com mencoba mengkonfirmasi kepada penerima ular tersebut diakuinya dirinya selaku pekerja di sana, sementara pemilik gudang tersebut dikatakannya atas nama Gito, dirinya mengaku hanya sebagai pekerja.

"Saya hanya pekerja, bos lagi di Medan," katanya.

Terlihat juga seorang sedang menimbang ular hasil tangkapan untuk dijual di gudang tersebut.

Pekerja itu mengaku bahwa hasil ular tersebut akan dipasarkan sesuai permintaan pasar, rata-rata penjualannya sampai ke Medan hingga ke Jawa, dari hasil pengolahan beberapa jenis hewan melata seperti ular, kura-kura, labi-labi dan biawak tersebut, diambil kulitnya untuk bahan asesoris lalu dagingnya dijual ke kedai tuak.

Ketika awak media datariau.com mencoba mengkonfirmasi kepada pemilik gudang melalui pesan elektronik, untuk mempertanyakan legalitas usahanya, hingga sampai saat ini belum ada jawaban. (win)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)