Wabup Meranti Pimpin Rapat Cari Solusi Atasi Sampah

Bambang
449 view
Wabup Meranti Pimpin Rapat Cari Solusi Atasi Sampah
ist
Wabup Meranti memimpin rapat cara menanggulangi sampah di daerahnya

MERANTI,  datariau.com - Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Said Hasyim memimpin rapat penanggulangan sampah di Kota Selatpanjang.  Rapat yang diadakan di Kantor Camat Tebing Tinggi, Senin (9/9/2019) ini untuk menciptakan Kota Selatpanjang menjadi kota yang bersih, indah dan sehat. 

Hadir bersama Wakil Bupati, Asisten I  Syamsuddin SH MH, Asisten II H Revirianto, Kadis Lingkungan Hidup Drs. Said Asmaruddin, Kasatpol PP Helfandi SE M Si, Kabag Humas dan Protokol Hery Saputra SH, Kabag Ekonomi Abu Hanifah, Camat Tebing Tinggi Abdul Hamid, Sekretaris Bappeda Randof, Kabid Kebersihan Dinas LH Husni Mubarak, jajaran pejabat kecamatan dan kades se - Kecamatan Tebing Tinggi.

Menurut Wabup, untuk mengatasi masalah sampah harus dilakukan dengan langkah konkrit. Sebab, tanpa itu maka Meranti bersih, indah dan sehat hanya menjadi wacana.

Ditambahkannya, masalah sampah merupakan masalah krusial yang harus segera dituntaskan. Solusi awal yang harus dilakukan adalah dengan melibatkan aparatur pemerintah kabupaten, kecamatan hingga desa/kelurahan untuk melakukan sosialisasi menumbuhkan kesadaran masyarakat supaya  tidak membuang sampah sembarangan.

Namun sikap sadar sampah masyarakat itu juga harus didukung sarana dan parasara seperti tempat penampungan sampah, mesin pengurai sampai juga armada truk sampah maupun gerobak sampah.

"Yang menjadi masalah saat ini adalah dimana sampah akan ditampung jika belum ada fasilitas tempat penampungannya. Makanya Perda sampah belum dapat diberlakukan, nah disitulah peran pemerintah untuk menyediakan fasilitasnya," jelas Wabup. 

Kini Pemkab Meranti tengah mengukur kekuatan sarana dan prasarana pengangkut sampah serta tempat penampungan sampah. Dengan begitu, maka dapat diketahui secara pasti fasilitas dan sarana apa yang harus diadakan guna  mengatasi masalah sampah termasuk bahan bakar untuk operasional.

Dari keterangan pihak Dinas Lingkungan Hidup Meranti melakui Kabid Kebersihan Husni Mubarak, saat ini pihak Dinas LH telah meninjau lokasi lahan yang akan dijadikan tempat penampungan sampah baru yang berada di Desa Sesap seluas 9.5 hektare.

Kemudian, sebut Husni, kendaraan pengangkut sampah sudah tidak memadai lagi khususnya mobil dump truck. Dan untuk motor Kaisar,  pihak Dinas LH Meranti cuma punya 13 unit dan bak kontainer penampung 4 unit.

Selanjutnya, H Said Hasyim yang pernah berhasil menangani soal sampah di Pasar Jodoh Batam, meminta pekerja kebersihan di Kota Selatpanjang yang berjumlah 215 orang dapat bekerja maksimal, karena kebersihan Kota sangat bergantung pada kinerja pasukan orange tersebut.

Dalam rapat tersebut, berbagai saran cara mengatasi masalah sampah disampaikan peserta.  Salah satunya oleh Asisten II Sekda Meranti H Revirianto.  Menurutnya,  ada 2 faktor masalah sampah ini yakni masyarakat dan sarana prasarananya. 

Dicontohkannya,  cara penanggulangan sampah di Kota Solo bisa diterapkan di Selatpanjang. Disana para pedagang harus menyediakan plastik sampah sendiri. Pemko Solo akan mengenakan sanksi bagi pedagang yang tidak bisa menjaga kebersihan tempat dagangannya. 

Saran lainnya juga disampaikan Kasatpol PP Helfandi. Menurutnya, petugas kebersihan harus dimaksimalkan dengan mulai bekerja sejak subuh sebelum aktiftas kantor dimulai.

Terbentur TPS

Lalu apa yang membuat masalah sampah di Selatpanjang ini susah diatasi? Menurut Kadis LH Meranti Said Asmaruddin, dikarenakan Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang ada statusnya liar. Sementara TPA di Gogok sudah menumpuk dan tidak representatif lagi, begitu juga kendaraan pengangkut sampah serta kesadaran masyarakat yang kurang.

Dikatakan Wabup, berdasarkan hasil penelitian dari mahasiswa Belanda, sampah di Meratin terbagi menjadi beberapa golongan, yaitu plastik, kimia, organik, non organik, kaca, logam dan lainnya.

Yang paling berbahaya adalah  softex, kaca, plastik, kayu dan besi karena sulit terurai. Namun menurutnya, semua itu bisa memiliki nilai ekonomi dan bisa dimanfaatkan. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk dan kerajinan tangan. Sedangkan sampah plastik dapat dijual untuk menghasilkan uang.

"Jika sampah bisa dikoordinir dengan baik maka dari bencana dapat menjadi berkah," ucap Wabup.

Terakhir Wabup memerintahkan kepada dinas dan bagian terkait untuk merumuskan strategi jitu dalam mengatasi masalah sampah demi mewujudkan Meranti yang bersih, indah dan sehat.

Dan dari hasil rapat, dana yang dibutuhkan untuk menangani masalah sampah ini sebesar Rp 2 miliar. (Syahputra) 

Penulis
: Syahputra
Editor
: bambang
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)