SMM PANEL INDO

Tingkatkan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19, Ketua TP-PKK Tinjau Peternakan Burung Puyuh

Datariau.com
172 view
Tingkatkan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19, Ketua TP-PKK Tinjau Peternakan Burung Puyuh
Ketua TP-PKK Kabupaten Siak Hj Rasidah Abdul Gani tinjau peternakan burung puyuh di Bungaraya.

SIAK, datariau.com - Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Siak Hj Rasidah Abdul Gani didampingi Camat Bungaraya Amin Soimin mengunjungi peternakan burung puyuh petelur milik warga Kampung Bungaraya Kecamatan Bungaraya Endang Suprihatin (51) pada Senin (13/7/2020).


Endang Suprihatin yang berprofesi sebagai Guru di SMA Negeri I Siak ini bangga dan senang, kaum perempuan mampu berinovasi dalam meningkatkan pendapatan atau perekonomian keluarga apalagi di masa pandemi covid-19 saat ini.


Hal ini juga penting dalam menunjang suksesnya visi dan misi 10 program pokok PKK yang bertujuan mensejahterakan masyarakat. "Kami senang kaum perempuan dapat membantu suami dalam peningkatan pendapatan keluarga. Semoga dengan semakin berkembangnya usaha ini peternak dapat meningkatkan ekonomi keluarga," ucap Rasidah. 


Rasidah mengatakan bahwa Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) itu termasuk di dalam Kelompok Kerja (Pokja) 2 PKK. Untuk itu, ibu-ibu PKK harus dapat ikut ambil peran dalam meningkatkan perekonomian keluarga.


Bupati Siak itu juga mengajak kaum hawa untuk menjadi pelopor gerakan menanam sayur-sayuran, ternak ikan maupun unggas pada setiap pekarangan rumahnya.


Hj Rasidah yang ditemani oleh Ketua PKK Kecamatan Bungaraya, dia tampak bersemangat melihat-lihat mulai dari anak-anak burung puyuh tersebut, hingga mengutip telur-telur burung puyuh pada kandang.


"Sudah berapa lama beternak puyuh Buk Endang?," tanya Rasidah kepada Endang Suprihatin (51) tersebut.


Endang menjawab dan mengaku baru setahun kedepan ini telah beternak burung puyuh petelur. Kepada Rasidah, dia menceritakan cerahnya prospek beternak burung puyuh, dimana pemasaran telurnya lancar, harga telur normal, dan ketersediaan pakan cukup memadai.  


"Alhamdulillah, usaha beternak puyuh ini dapat menguntungkan, sehari sudah dapat menghasilkan sebanyak enam papan telur sekali panen," jelas Endang. 


Endang mengatakan, dalam satu papan telur itu terdiri dari 100 butir dijual seharga 30 ribu. Jika dalam sehari dijumlahkan, maka diperoleh 180 ribu/hari, dari jumlah indukan sebanyak 600 ekor yang produktif. Prosesnya di mulai dari penetasan hingga burung puyuh menghasilkan telur. 


Diketahui Endang memilih untuk beternak burung puyuh, karena tidak banyak memakan tempat, sehingga dapat dipelihara pada pekarangan rumah. Dia pun di untungkan sebab telah membentuk komunitas peternak burung puyuh di Kecamatan Bungaraya. 


"Berawal dari 50 ekor puyuh yang diberikan teman suami, hingga saat ini telah berkembang biak menjadi banyak pokoknya," ungkap Endang Suprihatin sambil tersenyum. 


Dilain pihak Rosita juga mengaku dapat menjual telur burung puyuh beserta anakan burung puyuh maupun indukan, dari usia 20 hari dijual seharga Rp8.000/ekor, hingga umur 30 hari, dan yang telah produktif atau siap bertelur seharga 10 ribu-12 ribu/ekor.


Dia berharap adanya bantuan alat pembuat pakan ternak, minimal sebanyak 1 unit bagi komunitas atau perkumpulan peternak se-Kecamatan Bungaraya. Hal itu dikatakanya untuk dapat menanggulangi pembelian pakan dengan harga yang tinggi saat ini.(Eman)

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Samsul
Sumber
: Datariau.com
Tag:Siak
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)