Temu Ramah Tamah Bupati Bersama Rombongan 4th Annual ASEAN Sago Symposium 2018

Ruslan
736 view
Temu Ramah Tamah Bupati Bersama Rombongan 4th Annual ASEAN Sago Symposium 2018
Syahputra
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Edi Masyudi hadiri ramah tamah Bupati Kepulauan Meranti dengan rombongan 4th Annual ASEAN Sago Symposium 2018.

KEPULAUAN MERANTI, datariau.com - 08 Agustus 2018 bertempat di Indo Baru Hotel Kabupaten Kepulauan Meranti. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Edi Masyudi menghadiri ramah tamah Bupati Kepulauan Meranti dengan rombongan 4th Annual ASEAN Sago Symposium 2018.

Dihadiri oleh Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Kepulauan Meranti Yulian Norwis.

Jajaran Kepala OPD dilingkup Kabupaten Meranti, dan juga hadir Prof Bhor Mister Mamamoto dari Jepang, Prof Muhammad Hasyim dari IPB, Prof Darmin dari Bengkulu, Prof Bintoro Deputi Bidang Koordinasi Kelautan Maritim, Ketua DPRD Provinsi Riau, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau (Insinyur Darmansyah), Ketua LAM dan Ketua MUI Meranti dan para-para tokoh pejuang Meranti.

"Kedepan bahwa kita semua akan memacu mendorong impor Trigu mencapai 15 ribu ton pertahun 10% harus disubsidi oleh Tepung Sagu lokal Indonesia," ujar insinyur Darmansyah.  

Tambah insinyur Darmansyah, Mudah-mudahan ini bisa terealisasi dan juga ada binaan khusus dari Kemenko Ekonomi, Bappenas dan Kementrian Pertanian kedepannya akan memperhatikan khusus pengembangan Sagu yang ada di Indonesia ini, Sagu Riau adalah Sagu yang terbaik di Indonesia. 

"Kita tunggu teman-teman kita dari Papua dan Sulawesi bersama sama kita maju dan malam ini kami hanya ingin bersilaturahmi dengan pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti ini," pungkasnya.

"Kami atas nama pemerintahan daerah mengucapkan dan penghargaan setinggi-tingginya, bahwa Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau mempercaiyai kami sebagai daerah Piltrib untuk para peserta Symposium, dimana teman-teman kita dari Papua juga sering mengunjungi untuk melihat dari dekat bagaimana Sagu yang kita budidayakan," sebut Yulian Norwis Sekda Meranti.

Tambahnya Yulian Norwis Sekda Meranti, seminar sudah kita laksanakan Piltrib melihat dari dekat bagaimana pengolahan Sagu yang sudah dilakukan di Kabupaten Kepulauan Meranti ini dan saya berharap Kabupaten  Kabupaten penghasil Sagu sama-sama mengembangkan Sagu menjadi komunitas strategis kedepannya. 

"Kami berharap juga hasil Symposium ini kita akan sampaikan ke Kementrian Pertanian bahwa ada bebera yang harus kita benahi untuk pengembangan Sagu kedepannya supaya teman-teman bagian wilayah timur bisa membudidayakan Sagu dengan baik," pungkas Yulian Norwis Sekda Meranti.

 

"Saya memulai riset tentang sagu ini pada tahun 1989 di mulai dari Serawak Malaysia, setelah itu saya lanjutkan di Indonesia 1995," ungkap Yamamoto. 

"Saya melakukan riset di pulau tebing tinggi ini sudah mencapai 10 tahun selanjutnya di Sulawesi Tenggara, Kendari kemudia di Ambon dan disekitar pulau Jaya Pura, saya sudah memulai riset-riset saya diseluruh pusat areal Sagu alami," jelas Yamamoto.

Tambah Yamamoto, bahwa demikian saya bisa melanjutkan riset-riset yang panjang dan hendaknya ada yang melanjutkannya, sampai sekarang saya sudah mengetahui dengan jelas bagaimana akumulasi pati-pati yang ada pada batang Sagu mulai dari yang sangat besar maupun yang kecil, 

"Kenapa saya melakukan riset tentang Sagu ini di Indonesia dan Malaysia karena ada orang Jepang yg hidup di pulau Almahera dan dia hidup bertahun tahun didalam hutan dengan memakan bahan pangan Sagu," ujarnya lagi. 

"Kami di Jepang mempunyai asosiasi penelitian dan pengembangan Sagu sedangkan di Jepang itu sendiri tidak ada pohon Sagu dan tidak mungkin akan tumbuh Sagu, dan yang kami jumpai di Sulawesi Tenggara dan Jayapura 1 batang Sagu itu bisa memproduksi tepung keringnya bisa mencapai kurang sedikitnya 1 ton," sambung Yamamoto. 

"Jika dibandingkan Sagu Riau dengan Jayapura Sagu Riau lebih kecil dari Jayapura, tapi periode waktu panennya di Riau lebih singkat ketimbang di Jayapura, waktu panen Sagu Jayapura bisa sampai 25 tahun kalau, yang penting bagaimana kita meningkatkan produktivitas Sagu itu dengan kualitas yang sangat baik sehingga dapat bersaing di pasaran dunia," Pungkas Yamamoto.

"Kita dari DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti sangat menyambut baik kedatangan bagi para tamu-tamu kita terutama bagi profesor-profesor, apa lagi Sagu Meranti ini sudah diakui di dunia dan ini sudah cukup luar biasa bagi kita, kita berharap kedepannya ada kerja keras dari pemerintah daerah bagaimana caranya untuk kembali mengembangkan ekonomi dan komunitas Sagu ini dilingkungan masyarakat," ungkap Komisi I DPRD Edi Masyudi.

"Kita mengetahui bahwa saat ini memang kalau mengenai masalah Sagu Meranti memang cukup luar biasa dan kita sangat suport terhadap perkembangan-perkembangan Sagu ini kedepannya, dan kita berharap kegiatan-kegiatan seperti ini bukan hanya sebatas seremonial saja, tapi bagaimana kedepan kita kembangkan lagi. Dengan cara membudayakan bagi seluruh masyarakat yang ada di desa-desa untuk mengembangkan Sagu itu sendiri dan intinya kami mendukung," tutup Komisi I DPRD Edi Masyudi.

Penulis
: Syahputra
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)