Survei: 63 Persen Remaja Kaya dari Warisan Orangtuanya

datariau.com
791 view
Survei: 63 Persen Remaja Kaya dari Warisan Orangtuanya
Foto: Int.
ILUSTRASI.

DATARIAU.COM - Dikutip dari Time, 63 persen remaja dari usia 18-22 mengatakan akan stabil secara ekonomi di masa tua dengan mengandalkan uang warisan dari orang tuanya.

Terus merangkaknya biaya pendidikan, tingginya harapan hidup dan "prioritas" berbeda dalam menghabiskan uang membuat mereka bertanya-tanya bagaimana mereka akan membayar untuk itu semua.

Menurut Aron Levine, kepala Merrill Edge, yang menugaskan sebuah survei terhadap 1.000 orang remaja kaya Amerika, dan mereka memandang warisan sebagai semacam "pengaman".

"Privilese yang hanya bisa dirasakan oleh anak dari kalangan menengah ke atas ini bisa dibilang ironi karena menunjukkan kemalasan dan keputusasaan," ujarnya.

Survei mengungkap, rata-rata remaja kaya tersebut memiliki investasi dari orang tuanya mulai dari 50 ribu hingga 250 ribu dollar AS (setara Rp 715 juta hingga Rp 3,5 miliar) dan seminim-minimnya pendapatan tahunan orang tua mereka adalah 50 ribu dollar AS (Rp 715 juta).

Selain warisan dari orang tuanya, para remaja ini juga berpikir mereka mungkin akan mendapat warisan selain dari orang tua mereka. Sekitar 17 persen berpikir itu bisa berasal dari kakek-nenek mereka dan 14 persen mengatakan keluarga besar akan rela membiayai hidup mereka secara keseluruhan.

Memang betul, segala harta warisan akan diturunkan ke generasi yang lebih muda. Di Amerika Utara saja, sekitar 30 triliun dollar AS menunggu para ahli waris selama 30 tahun ke depan. Penerima warisan tersebut mungkin harus menunggu lama, meski begitu, sebuah survei terbaru dari UBS Financial Services menunjukkan bahwa 53 persen orang yang memiliki aset atau warisan lebih dari 1 juta dollar AS, diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sampai usia 100.

Ketergantungan pada harta warisan menunjukkan kekhawatiran orang Amerika yang tidak dapat berjuang untuk bertahan hidup. Bahkan tabungan untuk masa tua, asuransi jaminan sosial dan Medicare tidak lagi dirasa aman bagi generasi muda Amerika.

Selain dari kalangan menengah atas, secara global, ekspektasi terhadap warisan di kalangan kelas pekerja juga terjadi. Angka tertinggi terjadi di India (19 persen) dan terendah ada di Jepang (7 persen).

Sumber
: Kumparan.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)