BENGKALIS, datariau.com - Seorang bapak paruh baya, yang bernama Supian, warga yang tinggal di RT 02/RW 01, Dusun Murni, Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, diterkam harimau Sumatera.
Kejadian tersebut, pada hari Kamis (3/6/2020) pagi sekitar pukul 07:00 Wib, lahan karet tempatnya sedang menderes karet.
Supian (50) mengalami luka di bagian kakinya cukup parah setelah diterkam Harimau yang mengikutinya dari belakang.
Peristiwa itu terjadi pukul 07.00 WIB. Akibat peristiwa tersebut, Supian harus menjalani perawatan serius di Puksemas Tenggayun.
Sontak peristiwa tersebut membuat warga geger. Pasalnya, "Si Belang" berukuran besar itu, sejak sepekan telah meresahkan warga desa setempat. Sebab, warga disana beberapa kali menemukan jejak kaki Harimau Sumatera itu.
Bahkan dua hari lalu, dua ekor anjing peliharaan warga pemburu hilang, kuat dugaan turut menjadi santapan Harimau buas, yang menerkam Supian. Sehingga dari peristiwa tersebut, pemerintah desa mengimbau kepada warga untuk tidak keluar rumah atau kekebun karet sendirian.
Menurut Kepala Desa Sepahat Muhmmad Azlan, peristiwa yang dialami warganya, merupakan peristiwa kedua setelah terjadi Tahun 1994 silam.
"Peristiwa ini pernah terjadi di Tahun 1994, seorang anak gadis tewas diterkam Harimau Sumatera di desa ini. Peristiwa kedua menimpa pak Supian ini, untungnya masyarakat cepat membantunya, saat pak Supian berteriak minta tolong," katanya.
Ia menjelaskan, musibah yang dialami korban begitu dramatis. Pasalnya, korban berusaha menghindar dari kejaran Harimau dengan sebatang ranting di tangannya.
Sambil berlari memanjat pohon karet, korban berusaha melawan Harimau buas itu. Namun, saat berusaha melawan, Harimau tersebut melakukan perlawanan dan menerkam kaki korban, sehingga korban terjatuh dan ditarik Harimau yang nyaris memangsanya.
"Korban mengalami luka robek di bagian kaki kiri dan kanan. Kemudian paha kiri dan kanan. Korban mendapatkan perawatan di Puskemas Tenggayun. Tim medis telah membersihkan luka cakar. Kemungkinan hari ini akan dibawa ke RSUD Dumai untuk di-rontgen tulang kakinya,"ujar Muhammad Azlan.
Muhammad Azlan mengatakan, atas peristiwa ini dirinya bersama masyarakat desa melakukan penggalangan dana, untuk membantu korban yang terkena musibah.
Selain itu sambungnya, pihak pemerintah desa berharap ada upaya dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), untuk segera menyikapi peristiwa ini, sebab masyarakat turut diresahkan dengan adanya Harimau masuk ke perkampungan masyarakat.
"Tidak jauh dari perkebunan milik warga, ada hutan. Sehingga hari ini masyarakat di desa resah, akan munculnya kembali Harimau tersebut. Kita juga imbau kepada masyarakat untuk tidak pergi sendirian saat menuju ke perkebunan karet, minimal ditemani satu atau dua orang keluarganya. Kita juga sedang menunggu pihak BKSDA yang akan tiba di Sepahat untuk mengambil upaya atau tindakan," terang Muhammad Azlan. (ndi)