Persatuan Silat Kundur, Menjaga dan Mengangkat Marwah Riau

datariau.com
1.560 view
Persatuan Silat Kundur, Menjaga dan Mengangkat Marwah Riau
Foto: Swarez
PEKANBARU, datariau.com - Di era globalisasi sekarang ini budaya-budaya di Indonesia sudah mulai memudar khususnya di Riau. Beladiri pencak silat sebagai ciri marwah Riau sudah jarang didengar bahkan sedikit demi sedikit sudah mulai hilang di Bumi Lancang Kuning.

Pencak silat kalah saing dengan beladiri zaman sekarang khususnya dari negara luar seperti Mixed Martial Art (MMA), Karate, dan Taekwondo. Hal ini sungguh mengecewakan bagi bangsa Indonesia terutama bagi kami masyarakat Riau.

"Tetapi kami masyarakat Riau tak tinggal diam, di bawah tangan dingin pemuda Riau Dinul Hamdi dan kawan-kawan, mereka mendirikan perguruan silat di Pekanbaru pada tanggal 06 November 2017 dan silat ini dikenal dengan nama Silat Kundur, maknanya kuat pantang mundur," ujar Dinul Hamdi.



Selain sebagai pendiri, Dinul juga ditunjuk sebagai pelatih di perguruan tersebut. Perguruan ini didirikan dengan tujuan untuk membangkitkan marwah Riau yang sudah pudar karena perkembangan zaman. Sementara itu perkembangan perguruan ini sangat baik karena mereka sudah banyak mengikuti pertandingan-pertandingan nasional seperti Open Pencak Silat Championship (MTQ), Open Pencak Silat Championship 2 (Gelanggang Remaja) dan SMI CUP 1 2019 (Gelanggang Remaja), dan pada pertandingan ini mereka bisa mendapatkan juara 3 kelas A putri pra remaja.



"Semua pertandingan yang mereka ikuti bukan untuk mencari siapa yang paling kuat, siapa yang menjadi juara dan siapa yang menjadi pemenang, mereka mengikuti pertandingan ini untuk menjalin silaturahmi antar kita sesama manusia dan silaturahmi antar perguruan," terangnya.

Sementara itu, di dalam perguruan ini terdapat murid-murid dari usia 7-20 tahun, batas usia pun beragam di dalam selagi yang bersangkutan ingin berlatih di perguruan ini. Kemudian di dalam perguruan ini tidak hanya sekedar diajarkan tentang beladiri, tetapi mereka juga mengajarkan tentang ilmu pengetahuan.

Salah seorang murid Hardi Klana mengatakan dirinya banyak dilimpahkan ilmu dan mengubah karakter sebagai salah satu murid di perguruan ini.

Kekurangan perguruan ini pasti ada, seperti tempat latihan yang masih kurang memadai dan alat-alat untuk latihan yang masih minim.

Tetapi kekurangan inilah yang menjadi kelebihan perguruan ini untuk lebih maju kedepannya karena pelatih mampu memotivasi para muridnya agar selalu bersemangat walaupun mereka masih kekurangan.



"Perguruan ini juga mengajari tentang agama," kata salah seorang murid M Hikmal Akbar.

"Di sana kami banyak mendapatkan ilmu tentang ibadah kepada Allah, sopan santun kepada orang tua, dan disiplin waktu," lanjutnya. (swa)
Penulis
: Swarez
Tag:Silat
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)