DATARIAU.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan tarif 10% terhadap USD200 miliar impor China mulai pekan depan. Langkah Trump ini jelas meningkatkan perang dagang dengan China ke level lebih tinggi lagi, dan konfrontasi ini mungkin akan berlanjut lebih lama dari yang diduga.
Chief Market Strategist FXTM Oleh Hussein Sayed mengatakan, tidak diragukan lagi bahwa ekonomi China akan mulai merasakan akibat dari tarif AS yang kini berlaku pada hampir separuh impor China.
"Jadi, kita sepertinya akan melihat langkah moneter dan fiskal yang lebih agresif guna mengurangi dampak perang dagang saat ini. Walau masih tidak jelas bagaimana dampak tarif ini terhadap ekonomi AS, namun belanja perusahaan dan konsumen jelas akan meningkat selama beberapa bulan mendatang," kata Hussein Sayed, dalam risetnya kepada Okezone, Rabu (19/9/2018).
Menariknya, lanjut dia, dampak pengumuman ini di pasar finansial tidak besar. Sejumlah indeks utama China sedikit melemah, namun saham Korea dan Jepang tetap berada di teritori hijau.
"Sepertinya pengumuman tarif ini sudah terefleksikan dalam harga. Hal yang belum kita ketahui adalah bagaimana respons para pembuat kebijakan Beijing mengenai langkah Trump ini," imbuh Hussein.
China tidak dapat mengimbangi tarif AS dengan besar yang sama karena ketidakseimbangan dagang yang besar, namun China punya senjata lain seperti memboikot produk AS, meningkatkan pajak penghasilan perusahaan AS di China, menolak memberikan izin untuk merger dan akuisisi yang melibatkan perusahaan AS, dan mengurangi kepemilikan China terhadap utang AS.
Pemerintah China juga mengancam untuk mendur dari negosiasi, karena mereka sepertinya menduga Partai Republik akan kalah pada pemilu midterm di bulan November. Investor perlu bersiap menghadapi risiko penurunan jangka pendek di pasar saham karena segala ketidakpastian ini.
Pasar foreign exchange juga tidak banyak bergerak karena trader memilih untuk waspada. Indeks Dolar bertahan setelah turun 0.45% di hari Senin 17 September 2018.
"Walau begitu, tren naik dolar AS sepertinya akan berlanjut apabila pasar kembali menghindari risiko," tegasnya.
Pound adalah mata uang dengan kinerja terbaik di hari Senin, meningkat ke level tertinggi enam pekan terhadap Dolar di atas 1.3150. Diskusi Brexit tidak menunjukkan kemajuan signifikan, tapi sepertinya trader optimis bahwa kesepakatan akan tercapai dalam beberapa hari mendatang.
Menurutnya, apabila para pemimpin Uni Eropa tetap mengambil posisi fleksibel dalam diskusi pekan ini, maka kinerja Pound akan terus menggembirakan. Risiko politik Inggris tetap tinggi dan dapat mengakibatkan ayunan harga yang drastis dalam beberapa pekan mendatang.