Penumpang Ketakutan, Boarding Pass Batik Air Tertulis 2015

datariau.com
18.510 view
Penumpang Ketakutan, Boarding Pass Batik Air Tertulis 2015
Gambar: Makassar.terkini.id

DATARIAU.COM - Kejadian janggal baru-baru ini dialami seorang penumpang pesawat Batik Air rute Makassar-Cengkareng (UPG-CGK) dengan nomor penerbangan ID 6183B, atas nama Suriani Echal Panca.

Pasalnya, di boarding pass pesawat yang ditumpangi Suriani tertera 2015. Padahal ia menaiki pesawat tersebut pada Jumat 15 Februari 2019, kemarin.

Maskapai Batik Air dengan Nomor penerbangan ID 6183B tersebut flight dari Bandara Internasional Makassar pukul 20.15 WITA, dan tiba di Bandara Soetta Cengkareng pukul 21.35 WIB.

"Saya duduk di seat 17F. Selama penerbangan, Alhamdullillah lancar tanpa kendala. Service crew bagus dan menyenangkan. Saya tidak begitu memperhatikan boarding pass saya. Setiba di Bandara Soetta Cengkareng, ambil barang di bagasi saya pun belum perhatikan boarding pass saya. Hingga mau keluar masih saja saya tidak memperhatikan boarding pass-ku," ungkap Suriani, Sabtu 16 Februari 2019, dikutip makassar.terkini.id.

Hingga beberapa saat kemudian, Suriani memperhatikan tanggal dan jam penerbangan yang tertera di boarding pass-nya. Tertera 2015 di boarding pass tersebut yang membuatnya bingung, karena katanya itu kesalahan, seharusnya ditulis 2019.

Wanita yang berprofesi sebagai Jurnalis ini terkejut melihat boarding pass-nya tertera tanggal 15 Februari 2015, bukan 2019.

"Bikin kagetnya, ketika salah seorang teman di Jakarta memastikan saya benar tiba di JKT, saya memfoto Boarding Pass ku lalu saya kirim ke dia. Teman saya tidak percaya kalau saya sudah tiba di Jakarta, sebab tiket saya 15 Feb 2015. Saya berusaha meyakinkan dengan mengirimkan lokasi keberadaan saya yang masih di sekitar Cengkareng," kata Echa, sapaan akrab Suriani.

"Saat itu saya baru perhatikan potongan Boarding Passku. Ternyata benar tahun terbang yang tertera di Boarding berbeda dengan kenyataannya," katanya.

Echa mengaku shock dan khawatir atas kejanggalan yang ia alami. "Shock sudah pasti, apalagi ketakutan, mengingat kejadian-kejadian yang sering menimpa maskapai merah ini alias Lion Air Group (Batik Air) adalah group dari Lion Group," ujar Echa.

Suriani mencoba meminta penjelasan dari Batik Air, namun belum direspon. "Kami butuh ketenangan selama penerbangan. Saya ini adalah konsumen berhak tahu atas apa yang perlu saya ketahui. Agar sebagai penumpang, gak ada rasa shock apalagi berpikir aneh-aneh. Nauzubillah," kesalnya.

Atas kejadian yang menimpanya, ia berharap maskapai tersebut agar bisa lebih teliti lagi. Sebab hal-hal kecil hingga hal besar bisa membuat ketidaknyamanan bagi penumpang.

Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)