Pekerja di Rohul Ini Mengaku Dipecat Secara Tiba-tiba, Gaji Tak Dibayar Perusahaan

datariau.com
1.268 view
Pekerja di Rohul Ini Mengaku Dipecat Secara Tiba-tiba, Gaji Tak Dibayar Perusahaan
Deddy
Terilihat Babinkabtibnas Kecamatan Rambah Samo Aipda Pirdaus bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 02 Rambah Koptu Dedy Nofery Samosir bersama Linmas menjaga situasi agar tetap kondusif aman dan tertib.

ROHUL, datariau.com - Pekerja di perkebunan kelapa sawit di daerah Rokan Blok mengaku dipecat, pekerja di perkebunan kelapa sawit seluas lebih kurang 400 hektare yang berada di Desa Teluk Aur Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu, diduga tidak mendapatkan gaji serta uang pesangon.

Hal tersebut dikatakan Samsir Samosir (31) warga Dusun I Sei Kuning RT/RW 001/001 Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu yang telah bekerja selama dua tahun sebagai supir membawa buah kelapa sawit.

"Saya sudah bekerja di sini sudah dua tahun. Gaji saya setelah dipecat satu bulan belum dibayar lagi," ungkapnya, Sabtu (30/6/2018).

Saat ditanyakan tentang Jamsostek atau BPJS kesehatan, Samsir menjelaskan, selama bekerja di Rokan Blok hingga dirinya dipecat belum pernah menerima Jamsostek atau BPJS Kesehatan. "Selama kita bekerja di sini belum ada terima Jamsostek atau BPJS Kesehatan Pak. Jadi jika sakit ya di luar berobat sendiri," bebernya.

Lebih miris lagi, menurut pengakuan pekerja bahwa gaji para pekerja yang dipecat tersebut ketika mereka meminta supaya dibayar oleh Manejer perkebunan itu bernisial L malah menyuruh supaya gaji mereka itu diambil di Polsek Rambah Samo.

Kapolsek Rambah Samo IPTU Dedy Siswanto SH MH saat dikonfirmasi, Ahad (1/7/2018) melalui selulernya, membenarkan ada Samosir pekerja itu mendatanginya, namun dia membantah pernyataan Manager Perusahaan sawit itu yang menyuruh pekerja mengambil gaji ke Polsek.

"Itu tidak benar, Managernya saja tidak kenal, dan sudah kita lakukan langkah untuk dimediasi oleh Bhabinkamtimas Polsek Rambah Samo yang wilayahnya di sana, dan persoalan itu sudah lama sejak sebelum bulan puasa," jelasnya.

Sementara pengakuan Delita Wati seorang warga Desa Lubuk Napal RT/RW 002/002 menjelaskan, bahwa selama bekerja membuka warung kopi serta memasak di perkebunan kelapa Sawit Rokan Blok, sampai saat ini, dana makanan dan minuman yang sudah dimakan belum dibayar oleh pihak perkebunan, dengan total uang makan yang telah digunakan lebih kurang Rp25 juta.

"Dari warung kopi itu lah harapan saya untuk menambah uang menyekolahkan anak saya, itupun gak dibayar," kata Delita Wati.

"Harapan kami, hak kami harus dibayarkan pak. Kalau hak orang lain, kami gak tau ya pak," harap Delita Wati.

Saat dikonfirmasi awak Humas Perkebunan, Iyan mengatakan, jika tidak ada halangan hari ini atau besok Manejer Perkebunan akan datang ke Rohul.

"Kalau tidak ada halangan, Manajer kami akan datang ke sini untuk menyelesaikan masalah ini," tutur Humas Perkebunan.

Penulis
: Deddy
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)