PEKANBARU, datariau.com - Propinsi Riau mencatat tingkat inflasi pada bulan Agustus 2014 mencapai 0,89 persen. Nilai ini diperoleh dari penghitungan inflasi oleh tiga kota besar di Riau yakni Dumai, Pekanbaru dan Tembilahan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mencatat Pekanbaru adalah kota penyumbang inflasi setakat ini nilainya mencapai 1,04 persen diikuti Dumai 0,65 sementara Tembilahan justru alami deflasi 0,05.
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Riau Zulkifli, kepada wartawan, Senin (1/9/2014), menjelaskan bahwa nilai inflasi Riau di Agustus ini masih terbilang tinggi dibandingkan inflasi nasional yang hanya 0,47.
"Inflasi Riau bulan Agustus 2014 terjadi karena adanya peningkatan indeks harga pada enam kelompok pengeluaran," ujar Zulkifli.
Katanya, BPS mencatat makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau inflasinya sebesar 1,43 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 1,35 persen, kelompok bahan makanan sebesar 1,13 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,92 persen, kelompok sandang 0,79 persen, kelompok kesehatan 0,77 persen.
"Ada kelompok yang alami deflasi yakni transportasi, komunikasi dan jasa keuangan nilainya 0,07 persen," terangnya.
Katanya, besar inflasi di Riau secara umum penyebabnya dikarenakan tarif listrik. "peran dan bobot tarif listrik di Pekanbaru berbeda dan lebih besar karena pengguna listrik di Pekanbaru lebih besar. Beras juga memberikan andil," tambahnya.
Data BPS Riau mencatat, laju inflasi tahun kalender (Agustus 2014 terhadap Agustus 2013) sebesar 3,77 persen dan laju inflasi tahunan Y on Y (Agustus 2014 terhadap Agustus 2013 ) 5,69 persen. (*)
Akses kami via mobile m.datariau.com