SIAK, datariau.com - Bupati Siak Drs H Alfedri MSi didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Riau Ferry HC melaksanakan panen raya bersama masyarakat di areal persawahan Sungai Tengah Kecamatan Sabak Auh, Ahad (16/2/2020) kemarin.
Melihat keberhasilan petani mengembangkan sektor pertanian padi di Sungai Tengah, Bupati Siak Drs H Alfedri MSi mengaku bangga, dan mengatakan akan terus memberikan perhatian terhadap tata kelola serta pembangunan pertanian khususnya tanaman padi ini.
"Banyak masukan dan aspirasi yang kami terima dari masyarakat, tentunya hal ini akan menjadi catatan kami, agar bagaimana kedepan pola pembangunan pertanian khususnya areal persawahan di Kampung Sungai Tengah ini dapat dialiri air dengan hasil yang meningkat," ujar Alfedri.
Rata-rata persoalan yang dihadapi para petani disetiap Kecamatan itu, sebut Alfedri, adalah mengairi areal persawahannya akibat kekurangan pasokan air, terlebih pada saat musim kemarau datang seperti saat sekarang ini.
"Di Kabupaten Siak rata-rata persawahannya diatas permukaan air, namun dekat dengan sungai. Kendala saat ini pada distribusi air dalam skala besar dari sungai ke sawah, hal ini tentunya membutuhkan biaya operasional yang cukup besar pula. Untuk itu, kita mengupayakan pompanisasi sebagai salah satu solusi agar sawah tetap basah," jelas Alfedri.
Saat ini, kata Bupati Siak itu, luas lahan pertanian padi di Kabupaten Siak berjumlah 4900 haktare, yang tersebar dibeberapa kecamatan. Dan rata-rata pertanian padi masih mengunakan pola tadah hujan, sehingga apabila musim kemarau tiba, tanaman akan kekurangan air dan berpengaruh pada hasil panen.
"Kemarin waktu saya menghadiri kegiatan di Kantor Camat Sabak Auh, saya diajak oleh tokoh masyarakat untuk melihat inovasi petani untuk menaikkan air dari sungai dengan mengunakan mesin. Itu modalnya Rp30 juta yang didapat dari pinjaman BUMkam. Dan alhamdulillah hasilnya dapat mengaliri sawah lebih kurang seluas 50 hektar," imbuhnya.
Upaya seperti inilah, menurut Alfedri yang patut didukung, Pemerintah Kabupaten Siak sebutnya akan tetap mengupayakan solusi, baik melalui usulan di Musrenbang Kecamatan maupun Kabupaten, jika perlu akan diusulkan pada tingkat Provinsi.
Selain itu melalui Dinas PU Tarukim, Pemkab Siak juga akan mengupayakan pembangunan pompanisasi dan irigasi melalui usulan bantuan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Kalau kita ingin persoalan pengairan ini dapat segera teratasi, dapat menggunakan dana desa, karena Presiden Joko Widodo pada saat Musrenbang Nasional di Istana Negara lalu, telah menyampaikan arahan bahwa dana desa dapat dimanfaatkan bagi pembangunan infrastrukur dalam mendukung swasembada pangan," pungkas Alfedri.
Ketua Gapoktan Mekar Jaya Kampung Sungai Tengah Kademo, terlebih dahulu menyampaikan keluh kesahnya kepada Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, dari total luas areal tanam padi di Sungai Tengah yang berjumlah 450 haktare, saat ini hanya memiliki 3 mesin pengolah tanah yang masih belum mampu mencukupi kebutuhan operasional para petani.
"Saya mau melaporkan kepada Bapak Bupati, dengan luas lahan 450 haktare, jumlah alat pengolah tanah saat ini tidak mencukupi karena hanya berjumlah tiga unit. Kemudian dimusim kering seperti sekarang ini yang kami butuhkan air, seperti halnya dari setiap pertemuan yang kami inginkan hanya tiga huruf, A-I-R," terangnya.
Kemudian disamping solusi dan upaya Pemkab Siak yang dijelaskan Bupati Drs H Alfedri MSi dari pertemuan itu, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Riau pada tahun ini akan membantu petani Kampung Sungai Tengah dalam bentuk 15 unit pintu air tersier.
Panen raya di Sungai Tengah padi yang dipanen jenis serang dengan masa tanam selama 122 hari. Padi ini ditanam sejak awal Januari, dengan total luas lahan seluas 155 haktare dari total luas lahan persawahan di Sungai Tengah keseluruhan seluas 450 haktare. Sementara untuk hasil panen produksi varietas padi serang ini mencapai hingga 4,5 ton/hektar.(*)