Tokoh Muda Rohil

Muhammad Maliki Maju Calon Bupati Rohil Bertekad "Bolo Kampung"

Datariau.com
730 view
Muhammad Maliki Maju  Calon Bupati Rohil Bertekad  "Bolo Kampung"

BAGANSIAPIAPI, datariau.com - Muhammad Maliki, generasi muda Rokan Hilir bertekad memperbaiki kampung halaman "bolo kampung". Langkah yang akan diambil, membenahi bidang perekonomian, pariwisata, pegawai honor, kemandirian desa, membangun Islamic Centre serta memberi lebel mobil dinas. 


Ditemui dikediamannya di Teluk Pulau Kecamatan Rimba Melintang, Ahad (25/8/19), Maliki sempat membaca peluangnya maju menjadi calon Bupati Rokan Hilir dari Partai Nasdem, namun masih menunggu hasil survey. 


Maju tersebut, dia sudah memiliki program, untuk perekonomian, akan menggerakkan ekonomi kerakyatan. "Sehingga apabila terjadi devisit, pelaku usaha kurang terimbas, masyarakat tetap bisa bertahan," sebutnya. 


Untuk pariwisata, dia memimpikan, akan mengembangkan Pulau Jemur, Danau Napangga dan Pulau Tilan, karena objek wisata wisata tersebut tidak kalah menarik dengan objek wisata yang ada di Pulau Bali dan Lombok. "Kita bisa terapkan tiket murah untuk ke Pulau Jemur, bertingkat, kalau masyarakat Rohil dengan harga minimum, wisatawan Riau agak dinaikkan, sementara untuk wisatawan mancanegara bisa saja dengan harga yang lebih tinggi," bebernya. 


Maliki juga bertekad membenahi pegawai honorer, dimana pegawai honor yang ada diberhentikan seluruhnya terlebih dahulu, lalu dilakukan rekrutmen dengan transparan dan diberi gaji sesuai UMR. 


Mimpinya yang lain, ingin semua kepenghuluan atau desa di Rokan Hilir ini memiliki kemandirian. "Ada desa di Indonesia ini yang memiliki PAD sampai Rp4 miliar, kalau masing-masing desa di Rohil saja bisa Rp1 miliar, alangkah majunya kita, makanya semua potensi desa dikembangkan, kalau macam di Pematang SIkek ini, pertanian," tambahnya. 


Dia juga ingin Rokan Hilir memiliki Islamic Centre, lokasi yang paling cocok menurutnya di Pulau Pedamaran, sehingga wisatawan bisa berkunjung untuk berwisata reiigi. "Tinggal kita yang belum memiliki Islamic Centre," sebutnya. 


Dalam pemakaian mobil dinas, Maliki ingin semua mobil dinas dipasang stiker bertuliskan "mobil ini dibayar dari pajak rakyat" pada bagian samping, sehingga jika ada pemakai mobil dinas yang nakal mengganti plat merah menjadi plat hitam, maka stiker tersebut masih terlihat. "BM 1 P, itu yang pertama dipasang stiker, maka disusul yang lain, mulai dari mobil dinas Sekda kebawah," tutupnya.***

Sumber
: riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)