Monitoring Kabut Asap Sentuh Range Merah, Ardayani: Warna Itu Sangat Tidak Sehat

Hermansyah
803 view
Monitoring Kabut Asap Sentuh Range Merah, Ardayani: Warna Itu Sangat Tidak Sehat
Kabut asap menyelimuti Kecamatan Tualang Kabupaten Siak.

SIAK, datariau.com - Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), semenjak memasuki musim kemarau. Khususnya di Kabupaten Siak, Provinsi Riau saat ini memprihatinkan.

Pasalnya, dari data AQM milik PT Chevron di Kecamatan Minas yang berhasil dihimpun datariau.com, Senin (26/8/2019) sekira pukul 11.00 WIB, menyentuh range merah atau sangat tidak sehat.

"Kabut asap kali ini sangat menganggu aktifitas kita diluar rumah, terutama saat kita mengendarai sepeda motor, pandangan kita terhalang asap. Kwatir kabut asap ini semakin parah, kalau tidak segera di atasi," ungkap warga Kecamatan Tualang Muhammad Doha saat dijumpai disalah satu warung kopi, Senin (26/8/2019) pagi.

Menurut tabel pada Air Quality Monitoring (AQM) milik PT Chevron, konsentrasi Partikulat Molekul (PM) 10 pada pukul 13.00 WIB, sentuh angka 266 (4p/m3). Pada pukul 14.00 WIB, saat ini, angka merangsek naik menyentuh angka 290 (4p/m3), hingga pukul 15.00 WIB, konsentrasi terssebut turun dan masih bertahan di angka 225 (4p/m3).

"Itu update data terakhir pada pukul 11.00 WIB, tadi

Ispu yang dipasang di Libo dan Minas juga mewakili data untuk Kabupaten Siak," kata Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Kabupaten Siak Ardhayani kepada awak media ini, Senin (26/8/2019) sekira pukul 14.12 WIB.

Warna merah, kata Ardayani, menunjukan kondisi tidak sehat, PM 10 berada pada angka 299. Dibaca pada tabel di atas bagian bawah keterangan tentang warna.

"Kurangi kegiatan di luar ruangan (rumah), kalaupun harus keluar harus menggunakan masker. Jangan lupa perbanyak minum air putih. Sebab, warna merah menunjukkan kondisi udara sangat tidak sehat," jelas dia.

Harapan ke depan jangan ada lagi peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dan segera tindak pelaku pembakar hutan dan lahan. 

"Jika tidak dicegah, bukan tidak mungkin kejadian kabut asap pada tahun 2014 lalu akan terulang kembali," pungkas dia.

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)