Meski Langka SPBU di Perawang Tetap Jual Pertalite Gunakan Jerigen, Ini Kata Humas PT Pertamina Medan

Hermansyah
1.612 view
Meski Langka SPBU di Perawang Tetap Jual Pertalite Gunakan Jerigen, Ini Kata Humas PT Pertamina Medan
Petugas SPBU PT OKTA ZE Perawang saat melakukan pengisian BBM jenis Pertalite.

SIAK, datariau.com - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi beberapa waktu belakangan ini khususnya di 2 Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Ketika terjadinya kelangkaan BBM di 2 SPBU di Perawang tersebut, justru SPBU milik PT OKTA ZE Perawang perbolehkan dan tetap terima, bahkan legalkan konsumen pembelian dengan menggunakan jerigen, Senin (22/10/2018) kemarin.

"BBM jenis Pertalite tidak dilarang oleh Pertamina yang membeli gunakan jerigen, sedangkan BBM jenis Premium itu tetap kita batasi sebesar Rp250.000/konsumen yang pakai kendaraan, terkadang pun tak sampai, ada yang mengisi Rp50.000 ada yang Rp100.000," terang Penanggungjawab SPBU PT OKTA ZE Mutiara Rizki melalui Fauziah saat ditemui waktu itu diruang kerjanya, Senin (22/10/2018) pagi.

Atas kejadian tersebut Upika Tualang melalui Kasi Tramtib Kecamatan Tualang mendatangi pihak pengelola SPBU milik PT OKTA ZE di Perawang dan menyarankan agar pembelian BBM jenis Pertalite menggunakan jerigen dibatasi untuk mengantisipasi (mengatasi) kelangkaan BBM khususnya bagi masyarakat (konsumen) yang memiliki kendaraan.

"Ini sebagai masukan kepada pihak pengelola, untuk sementara ini BBM jenis Pertalite tidak dijual menggunakan jerigen sebagai antisipasi kelangkaan menjelang normal kembali, kasihan masyarakat yang membutuhkannya," pinta Rudi Vivi Hendri kepada pihak pengelola SPBU PT OKTA ZE Perawang saat ditemui, Senin (22/10/2018).

Sementara itu, saat terjadinya kelangkaan BBM di 2 SPBU di Perawang, khususnya disalah satu SPBU yang terletak di Jalan Raya Minas Perawang kilometer 5 Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau itu tetap menerima konsumen yang melakukan pengisian (pembelian) menggunakan jerigen. 

Saat dilakukan peninjauan langsung ke lokasi SPBU saat itu masih terlihat konsumen yang menggunakan kendaraan roda dua (sepeda motor) maupun roda empat (mobil) turut mengantri panjang hingga menunggu giliran. Namun, sangat disayangkan pihak pengelola SPBU milik PT OKTA ZE Perawang tetap melayani konsumen yang membeli menggunakan jerigen ukuran 35 liter tersebut.

Kemudian, datariau.com mencoba untuk menghubungi pihak PT Pertamina Wilayah Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng) Medan, Sumatera Utara, Selasa (23/10/2018) sekira pukul 21.00 WIB, perihal kelangkaan BBM yang terjadi di Perawang saat ini melalui Manager Humas PT Pertamina Wilayah Sumbagteng Rudi Arrifanto menyebutkan, bahwa penggunaan jerigen dapat membahayakan konsumen juga lingkungan SPBU itu sendiri.

Ia menjelaskan, seharusnya pihak SPBU tidak melakukan itu. Dan sudah semestinya pula dapat dipahami oleh pihak SPBU terkait, bahwa semua jenis BBM di SPBU itu sebenarnya diperuntukan bagi konsumen akhir atau langsung yang menggunakan kendaraan.

"Penggunaan jerigen itu dapat membahayakan konsumen dan juga lingkungan SPBU, seharusnya tidak dilakukan dan yang harus dipahami bahwa semua jenis BBM di SPBU diperuntukkan bagi konsumen akhir/langsung dengan kendaraan, kecuali untuk Nelayan atau Petani yang mengantongi surat rekom dari dinas terkait," imbuh Manager Humas PT Pertamina Wilayah Sumbagteng, Medan, Sumatera Utara Rudi Arrifanto kepada datariau.com, Selasa (23/10/2018).

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Hermansyah
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)