Memotret Isu Lahan di Riau

datariau.com
544 view
Memotret Isu Lahan di Riau
DATARIAU.COM - WRI (World Resources Institute) Indonesia ikut menjadikan momen refleksi tentang sejarah dan masa depan lahan, tidak hanya ibu kota Pekanbaru tetapi juga di Provinsi Riau secara keseluruhan. Masalah kepemilikan dan pemanfaatan lahan ini memiliki dampak besar terhadap beragam pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, masyarakat seputar lahan dan konflik yang terjadi.

Dalam rangka perayaan ulang tahun ke-235 Kota Pekanbaru, yang jatuh pada hari Ahad 23 Juni 2019, WRI juga ikut berperan mengadakan acara dengan tampilan diskusi foto 'Tentang Tanah: Memotret Isu Lahan di Riau' pada hari Ahad (23/6) di perpustakaan Soeaman HS, Pekanbaru.

Acara diskusi ini mempersembahkan esai-esai foto oleh sembilan fotografer di Pekanbaru yang menyorot dampak pengelolaan lahan dalam kehidupan sehari hari. Foto-foto tersebut adalah hasil lokakarya fotografi yang merupakan bagian dari kampanye #IniTanahKita yang diselenggarakan oleh WRI, bekerja sama dengan kolektif pelatihan fotografi Arkademi, dan Green Radio, untuk meningkatkan kesadartahuan publik tentang lahan.

Cerita yang diangkat memotret Kota Pekanbaru dan Wilayah Riau lainya, Khususnya bagaimana isu lahan terus berdampak dalam keseharian masyarakat, mulai dari cerita tentang kota tua Pekanbaru, nasib bangunan-bangunan  di atas lahan sengketa, hingga kisah-kisah pribadi, seperti potret seorang bapak yang kehidupan kesehariannya tergantung pada hutan sebagai kuli angkut kayu.

Manager Regional Riau WRI Ratna Akiefnawati mengatakan, narasi visual menceritakan kondisi masyarakat Riau bagaimana di lapangan tujuannya supaya bisa itu  foto berbicara dengan cara seri story, beberapa peserta ke lapangan selama satu minggu mereka lalu menceritakan dalam satu data satu peta banyak proses yang diperhatikan secara serius ada tumpang tindih lahan, tumpang tindih izin usaha.

"Dalam hasil potret kita masuk ke dalam satu data, satu peta dari hasil pemotretan harus ada tagging-nya di titik GPS agar mengetahui titik koordinat dimana di situ ada mengetahui lahan pertanian dan lahan konflik di Riau. Dengan kedepannya pengguna fotografer dapat menunjukkan dimana titik koordinat yang terjadi," terangnya.

Adapun harapan dalam agenda tersebut, Ratna menyampaikan dengan media visual ini bisa menceritakan karena masyarakat sendiri sudah banyak menggunakan handphone kameranya dengan mata sendiri yang menjadikan bukti sejarah bahwa terjadi di masyarakat pemerintah dan multi pihak yang berkompeten untuk meditasi menyelesaikan suatu konflik. (win/rls)
Tag:foto
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)