SIAK, datariau.com - Salah satu cara untuk meningkatkan jumlah usaha Kabupaten Siak adalah dengan meningkatkan Sektor Kewirausahaan. Sehingga banyak muncul pengusaha-pengusaha baru yang handal dan potensial.
Kepala Bidang Lembaga Kewirausahaan Kemenkop dan UKM Mohamad Nurul Rahman mengatakan, pelaku usaha di Siak ini sudah cukup baik, tinggal diberi bimbingan dan polesan sedikit saja.
"Dari sejumlah produk yang dipamerkan sudah cukup baik, hanya saja kemasannya yang harus diperbaiki agar lebih menarik," kata Nurul Rahman di Hotel Grand Royal, Rabu (8/8/2018) pagi.
Muhammad Nurul Rahman, datang jauh-jauh diundang dari Jakarta untuk memberikan pelatihan aplikasi berupa laporan keuangan agar mempermudahkan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan pengusaha pemula dalam membuat laporan keuangan.
"Laporan keuangan ini standar laporan keuangan kebanyakan. Didalam situs program Lamikro ini, masyarakat pun diberikan kesempatan untuk bertanya secara online apa yang jadi kebutuhannya," ujarnya.
Dikatanya, bahwa Aplikasi Lamikro ini, ditujukan bagi pelaku usaha Mikro atau Wirausaha pemula, agar memiliki laporan keuangan secara baik dan tertib administrasi. Menurutnya, selama ini pelaku usaha Mikro belum memiliki tata kelola administrasi maupun laporan keuangan yang baik.
"Para pelaku wirausaha itu kebanyakan tidak bisa mengitung rugi dan labanya, pengeluaran, dan arus kasnya. Dengan aplikasi Lamikro semuanya bisa jelas," sebutnya dihadapan seluruh pelaku usaha pemula se-Kabupaten Siak.
Kepala Bidang Lembaga Kewirausahaan Kemenkop dan UKM Mohamad Nurul Rahman itu menjelaskan, bahwa Aplikasi Lamikro dapat diunduh melalui Smartphone dengan sistem operasi Android. Dengan penggunaan aplikasi laporan keuangan ini sangat diperlukan bagi UKM, agar memiliki laporan keuangan yang akuntabel dan dapat menunjang pengembangan usahanya.
Menurutnya, Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten Siak bersama Kemenkop dan UKM berupaya untuk memfasilitasi hak merk dari pelaku UKM di Kabupaten Siak. Dan beberapa waktu yang lalu telah memberikan dana hibah bagi pelaku UKM kabupaten Siak sebesar Rp10 juta-Rp13 juta.
Sementara itu, salah seorang pelaku usaha Mikro Siomay Azka, bernama Lience Dee Kalalo mengatakan, aplikasi tersebut sangat bermanfaat untuk mengatur pembukuan, efisien, tidak perlu buka laptop dan cukup lewat handphone.
"Aplikasi ini bisa dapat diakses lewat handphone, kemudian tinggal isi kolom tanpa harus menghitung sendiri, jadi saya tidak malas-malasan lagi membuat pembukuan, sangat mudah mengaksesnya," ungkapnya.
Terang perempuan kelahiran Bogor 9 September 1978 itu mengisahkan awal usahanya dengan modal kecil tapi bisa diolah setiap hari. Akhirnya, dicoba membuat Siomay dengan bahan daging ayam yang dirintisnya sejak 2,5 tahun lalu. Dan pelaku UKM Siomay Azka Lience Dee Kalalo ini terletak di Jalan Sultan Syarif Kasim Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak.