Kebakaran Lahan Sebabkan Udara Bengkalis Berbahaya, Sekolah Diliburkan

datariau.com
697 view
Kebakaran Lahan Sebabkan Udara Bengkalis Berbahaya, Sekolah Diliburkan
Ilustrasi (Foto: Internet)
DATARIAU.COM - Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah paling terdampak kebakaran hutan dan lahan. Akibatnya, kualitas udara memasuki level berbahaya karena asap sangat tebal.

Menghindari kondisi tak diinginkan, Sekolah Dasar Negeri 02 Terkul memutuskan meliburkan kegiatan belajar mengajar agar anak tak terkena infeksi pernapasan.

"Sekolah Dasar 02 Terkul hari ini terpaksa memulangkan siswanya karena kabut asap sangat pekat," kata Camat Rupat, Hanafi, Senin (25/2).

SD Negeri 02 Terkul berada dekat dari lokasi kebakaran. "Baru satu sekolah yang meliburkan. Karena sekolah itu paling dekat dengan titik api dan berbahaya untuk anak-anak," kata Hanafi.

Menurutnya, wilayah tersebut sudah dua pekan terpapar asap kebakaran hutan. "Jarak pandang hari ini hanya 100 sampai 200 meter," jelas Hanafi.

Selain itu, kesehatan masyarakat Pulau Rupat mulai terganggu. "Puskesmas kita sudah menangani beberapa pasien yang mulai batuk-batuk, flu akibat dampak asap," jelasnya.

Hanafi meminta warga mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mencegah kondisi kesehatan khususnya pernapasan terganggu.

Terpisah, Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan akan mengirimkan masker dan obat-obatan ke Kepulauan Rupat.

"Kita segera kirim bantuan kesehatan dan masker. Saya sudah minta Pak Sekda untuk segera siapkan dan kirim ke sana," kata Syamsuar, Senin (25/2).

Menurut Syamsyar, pihaknya bersama pemerintah pusat terus fokus menangani kebakaran lahan di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis. Meski kondisi di sekitar lokasi memang sulit mendapat pasokan air untuk pemadaman.

Saat ini, ratusan personel gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu masyarakat setempat berjibaku melakukan pemadaman. Syamsuar juga memastikan bantuan kesehatan segera dikirim ke pulau terluar di pesisir Riau tersebut. "Agar nanti tidak meluas penyakit yang tidak diharapkan," kata Syamsuar.

Sejak awal Januari 2019 hingga hari ini, hutan dan lahan di Pulau Rupat masih terus membara. Bahkan, kualitas udara terus menurun hingga level berbahaya.

BPBD Riau mencatat luas lahan yang terbakar hingga hari ini mencapai 996 hektare, dan meningkat lebih dari 100 hektare dalam kurun waktu kurang dari sepekan. Bengkalis menjadi penyumbang titik panas terbanyak dengan jumlah mencapai 742,5 hektare. (*)
Editor
: Redaksi
Sumber
: Merdeka.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)