Kapolres Inhil: Berkat Kerja Sama Semua Pihak, Hari Ini Titik Hotspot di Kateman Tinggal 10 Titik

482 view
Kapolres Inhil: Berkat Kerja Sama Semua Pihak, Hari Ini Titik Hotspot di Kateman Tinggal 10 Titik
Foto: Izon
Kapolres Kabupaten Inhil, AKBP Indra Duaman Siahaan S IK beserta anggota TNI, BPBD, pihak perusahaan, relawan, mahasiswa, masyarakat setempat, unsur desa dan kelurahan, berhasil melakukan pemadamkan dan pendinginan api dibeberapa titik hotspot.

TEMBILAHAN, datariau.com - Titik hotspot di Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada hari pertama pemadaman terpantau sebanyak 52 titik hotspot.

Setelah Kapolres Kabupaten Inhil, AKBP Indra Duaman Siahaan S IK beserta anggota TNI, BPBD, pihak perusahaan, relawan, mahasiswa, masyarakat setempat, unsur desa dan kelurahan, berhasil melakukan pemadamkan dan pendinginan api dibeberapa titik hotspot yang terpantau.

"Kemaren hari pertama lebih kurang terpantau 52 titik hotspot, kemudian pada hari ini, dimana hari keempat pemadaman dan pendinginan sudah terpantau tepat pada pukul 9:07 Wib pagi, titik hotspot sudah berkurang yaitu menjadi 10 titik hotspot,"

ujar Kapolres Inhil ketika diwawancarai awak media (04/03/20).

Dimana progres saat ini hanya pendinginan dan dimana pelaksanaan pemadaman dan pendinginan ini merupakan pelaksanaan kegiatan yang bersinergi.

"Kami berharap dengan kegiatan pelaksanaan yang bersinergi ini, kegiatan pendinginan ini dapat kita selesaikan secepatnya supaya tidak lebih meluas lagi," pungkasnya.

Kegiatan yang dilakukan berdasarkan pantauan awak media dengan membagi delapan titik pemadaman dimana dimasing-masing titik pemadaman ditempatkan personil dari Polri, TNI-AD, BPBD, masyarakat setempat unsur pimpinan kecamatan, perusahaan setempat dan masyarakat serta relawan karhutla.

"Adapun jumlah Personil, Polri 37 personil, TNI 7 personil, RPK Perusahaan 48 personil, dan masyarakat sebanyak 154 orang kemudian ditambah relawan sebanyak 5 orang," jelasnya.

Dikatakan Kapolres bahwa progres penanganan Karhutla ini sekitar enam puluh persen dan sekarang tinggal empat puluh persen disepuluh titik hotspot ini.

"Untuk sekarang yang terpantau 10 titik hotspot hanya dilaksanakan pendinginan, yang mana kita ketahui ini merupakan hanya bekas dari kebakaran," teragnya.

Dijelaskan Kapolres bahwa lahan di Kacamatan Kateman ini merupakan tanah gambut tipis dan pendukung dalam pemadaman dan pendinginan ini dengan cara menurunkan alat ekskapator dengan dilakukannya penyekatan.

"Dampak pada kebakaran ini sangat merugikan kita semua dan diperkirakan untuk satu hamparan lebih kurang 20 hektare, dimana pastinya akan diukur oleh BPN dan tim LAK," pungkasnya.

Kemudian usai pristiwa ini menjadi pelajaran dan Kapolres berharap kepada masyarakat tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan dan demikian juga untuk perusahaan-perusahaan yang ada disekitar sini tidak membuka lahan dengan cara membakar.

"Kita berharap setiap masyarakat, berperan serta aktif sebagimana himbauan kepolisan menjaga dan menjaga lahannya tidak terbakar yang kedua tidak membersihkan dengan cara membakar," harapnya.

Kapolres juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat keterwakilan dari beberapa desa yang responnya cukup baik untuk membantu TNI dan Polri dalam kegiatan pemadaman ini.(zon)

Penulis
: Izon
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)