MERANTI, datariau.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Meranti, Riau menggelar simulasi pemungutan suara di TPS dan rekapitulasi hasil suara Pemilu dan Pilpres 2019. Simulasi ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana cara memilih atau mencoblos dengan baik dan benar.
Ketua KPU Kepulauan Meranti, Abu Hamid mengatakan, simulasi tersebut sangat penting dilakukan guna untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Sebab, pemilu di tahun 2019 agak sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya.
"Ini sangat penting untuk disosialisasikan kepada seluruh masyarakat Meranti. Karena pelaksanaan ini agar masyarakat tidak kaget. Mereka akan menyangka kok beda dari dengan tahun dulu, sebab dulu ada 4 surat suara, dan sekarang 5," terangnya dalam simulasi pemilu dan pilpres, Rabu (6/3/2109).
Sekda Kepulauan Meranti Yulian Norwis memaparkan komitmen pemilu dan pilpres 2019 di halaman kantor KPU Kepulauan Meranti. (Foto: Rahmad)"Apalagi tahun 2019, Pemilu dan Pilpres dijadikan satu untuk waktu pelaksanaannya. Beda dengan tahun 2014, dua momen tersebut ditetapkan pada harinya masing-masing," tambah dia lagi.
Menurutnya, sebagian masyarakat yang berada di pelosok perlu mengetahui tentang adanya jumlah surat suara. Kemudian, satu hal lainnya yang akan menjadi pertanyaan masyarakat adalah waktu pelaksanaannya.
"Jarang sekali masyarakat tingkat bawah mengetahui. Jangankan jumlah surat suara, kapan hari pemilunya saja banyak yang tidak tahu. Oleh karena itu, sangat pentingnya sosialisasi terhadap pelaksanaan pemilu ini," kata Abu Hamid.
Sementara Sekda Kepulauan Meranti, Yulian Norwis sangat mendukung pelaksanaan simulasi yang dilakukan oleh KPU Kepulauan Meranti. Menurutnya, upaya ini untuk mengantisipasi kesalahan yang terjadi saat pelaksanaan pemilu nantinya.
"Pemahaman ini sangat perlu disampaikan kepada masyarakat. Sehingga, penyelenggara yang melakukan simulasi ini bisa dapat mengetahui bagaimana cara pelaksanaannya, terutama bagi masyarakat yang akan memilih tahu untuk menentukan hak pilihnya," ujarnya.
Sekda menilai tidak semua masyarakat tahu tentang tata cara pelaksanaan pemilu yang baik dan benar. Karena, masyarakat nantinya akan dibingungkan dengan adanya 5 jumlah surat suara, dan bagaimana cara mencoblos.
Masyarakat saat mengikuti simulasi Pemilu. (Foto: Rahmad)"Kalau masyarakat tidak tahu, nanti yang kasihan bagi pelaksana (KPPS). Saat pelaksanaan akan banyak karakter masyarakat yang memiliki hak pilih, seperti orang yang mudah panik, sakit, dan lain sebagainya. Belum lagi surat suaranya sudah berbeda jauh dengan yang lama, jadi bagaimana masyarakat bisa untuk paham cara menusuknya (coblos)," terang Sekda lagi.
Dengan begitu, dia berharap kepada penyelenggara dan seluruh pihak terkait agar dapat melakukan sosialisasi ke masyarakat. Terutama bagi parpol yang memiliki kader dalam pemilu diberikan pemahaman dan ketentuan, agar tidak terjadi persoalan dikemudian hari.
"Dengan komitmen damai, aman, dan sukses, diharapkan pelaksanaan pemilu bisa berjalan dengan baik. Hal ini juga tidak terlepas dukungan badan kerjasama semua pihak," tutur Sekda Kepulauan Meranti itu. (mad)