Jokowi Minta Impor Bahan Baku Terus Dipermudah

529 view
Jokowi Minta Impor Bahan Baku Terus Dipermudah
Foto: Int
Presiden Joko Widodo

DATARIAU.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang lantaran Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia meningkat. Menurutnya, adanya virus corona atau (COVID-19), kapasitas produksi produk manufaktur yang sebelumnya berpusat di China kini berbelok ke Indonesia.

"Saya senang sebelum ada corona masuk ke kita. Saya sudah mendapat laporan bahwa PMI?purchasing managers' index itu naik kita. Itu bagus. Artinya apa? Ada pesanan dari negara lain yang dulu masuk ke China itu belok ke kita. Bagus sudah di atas 50. China anjlok jadi 35. Kita di atas 50," kata Presiden Jokowi saat membuka rapat kerja kementerian perdagangan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3).

Adanya kenaikan tersebut, menurut Presiden Jokowi, menjadi peluang bagi Indonesia. Dia pun meminta pasokan (supply) bahan baku bisa terus terpenuhi. Salah satunya dengan prosedur supply direlaksasi dan disederhanakan.

"Kalau ada tambahan pesanan, kemudian supply bahan baku tidak ada, percuma. Mau ngerjain apa. Ini ada peluang, ada kesempatan," ungkap Presiden Jokowi.

"Jadi namanya impor bahan baku berilah betul-betul perhatian," lanjut Presiden Jokowi.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional China, Indeks manajer pembelian (purchasing managers' index/PMI) sektor manufaktur jatuh ke level 35,7 pada Februari dari level 50 di bulan sebelumnya.

Kemudian, data yang dirilis IHS Markit juga mencatat indeks PMI Caixin Manufacturing anjlok ke level 40,3 pada Februari, dari level 51,1 pada bulan Januari.

Penurunan tersebut tajam lantaran banyak perusahaan tutup atau beroperasi di bawah kapasitas. Disusul pembatasan yang diberlakukan sebagai tanggapan terhadap wabah virus corona.

Antisipasi Dampak Virus Corona, Kemenkeu Longgarkan Lartas untuk 500 Importir

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melonggarkan ketentuan barang impor untuk komoditas yang masuk daftar larangan terbatas (lartas). Kebijakan ini sebagai stimulus bagi pelaku industri Tanah Air yang terdampak virus corona.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu, Heru Pambudi, menjelaskan ketentuan ini hanya berlaku untuk 500 importir dengan reputasi baik yang masuk dalam daftar Authorized Economic Operator (AEO) dan mitra utama.

"Iya untuk sementara ini baru lartas. Tapi ini siginifikan, karena importir AEO dan mitra utama itu, atau reputable trader ini jumlahnya meskipun cuma 500, dia berkontribusi terhadap 35 persen seluruh total impor. Dan kalau itu spesifik bahan baku, pasti di atas 40 persen," kata dia di Jakarta, Selasa (3/3).

Dia berharap dengan kelonggaran izin impor komoditas lartas, industri di Indonesia dapat memulihkan pembelian bahan baku yang sempat terhenti akibat virus asal China tersebut. Dengan demikian, para pelaku industri dapat kembali melakukan proses produksi secara normal.

"Kita tidak ingin membebani para pelaku industri ini (saat ada virus corona), supaya mereka production-nya bisa lebih efisien, dan bisa nanti untuk ekspor. Saya kira tujuan utamanya kesitu ya. Bisa memberikan support dalam situasi yang tidak mudah seperti ini," jelas dia.(*)

Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: https://www.merdeka.com/uang/ada-virus-corona-presiden-jokowi-minta-impor-bahan-baku-terus-dipermudah.html
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)