Ini Penyebab Pipa Gas Chevron Bocor di Bengkalis

Ruslan
781 view
Ini Penyebab Pipa Gas Chevron Bocor di Bengkalis
Gambar: riaupos
Sejumlah petugas masih berjaga di lokasi kebocoran pipa milik CPI yang menimbulkan semburan api dan kini telah berhasil dipadamkan (atas) dan seorang pekerja memeriksa pipa yang sudah diperbaiki (bawah), Senin (17/9/2018).

PEKANBARU, datariau.com - Polres Bengkalis berhasil mengungkap penyebab semburan api yang keluar dari pipa gas milik PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di jalan lintas Duri-Pekanbaru, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.

Ternyata, pipa itu mengalami kebocoran karena terkena alat berat yang sedang mengerjakan parit di kawasan itu. Operator alat berat sebagai pelaku, kini sudah ditangkap oleh polisi. Dia seorang pria, berinisial JPT (23).

"Kita sudah amankan satu orang yang diduga sebagai pelaku tindak pidana kelalaian yang mengakibatkan ledakan dan kebakaran pipa gas PT CPI pada Ahad malam," ujar Kapolres Bengkalis, AKBP Yusup Rahmanto, Senin (17/9) siang.

Dijelaskan Yusup, penangkapan terduga pelaku itu, berawal dari laporan yang diterima dari warga pada Ahad (16/9), bahwa terjadi kebocoran dan kebakaran pipa gas milik PT CPI di samping jembatan yang sedang pengerjaan di Jalan Lintas Duri-Pekanbaru.

"Penyebab kejadian, diduga karena alat berat proyek pekerjaan jembatan milik PT Lutvindo yang sedang bekerja membuat parit," ujarnya.

Sekitar pukul 17.00 WIB, salah seorang saksi meminta operator sebagai pelaku, memindahkan terhadap penggalian bunga yang berada di lokasi tersebut. Bunga itu digali dengan alat berat jenis ekskavator merek Cobelco warna hijau.

"Saat kuku baket menggali bunga, lalu terkena pipa gas yang tertanam ke tanah. Sehingga, pipa gas bocor dan mengeluarkan gas," ujar dia.

Melihat hal tersebut, pelaku merasa kaget. Dia lalu memindahkan alat beratnya dari TKP. Namun, tidak berapa lama kemudian, pipa bocor tersebut mengeluarkan api.

"Akibat kejadian tersebut, pipa gas mengeluarkan api yang yang mengakibatkan lalu lintas di Jalan Lintas Duri-Pekanbaru ditutup sementara, dengan pertimbangan keamanan," ujar Yusup.

Kini, pelaku dan alat berat yang digunakan telah diamankan oleh Polsek Pinggir, guna proses hukum lebih lanjut. 

"Di lokasi, juga telah kita pasang garis polisi," ujarnya.

Kapolres juga menjelaskan, meski sempat membuat kemacetan di wilayah itu, namun kini arus sudah lancar. 

"Tadi malam (kemarin malam, red) sekitar pukul 23.45 WIB ketika api sudah mengecil, jalur tersebut bisa digunakan kembali. Tapi dengan sistem buka tutup. Untuk siang ini jalur sudah dibuka sepenuhnya," kata Yusup.


Kini Sudah Teratasi

Saat insiden kebakaran pipa gas PT CPI kata Yusup, memang sempat membuat kemacetan panjang. Namun, saat itu polisi terus berupaya memberikan pemahaman kepada pengendara untuk menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan polisi.

"Tapi karena itu, jalan utama pasti macet. Alhamdulillah semua bisa diatasi dengan baik," ujarnya. 

Yusuf menuturkan, pihaknya turut terlibat melakukan investigasi penyebab kebocoran tersebut bersama dengan PT CPI. Dia menuturkan investigasi masih terus dilakukan, termasuk memeriksa para saksi di sekitar tempat kejadian perkara.

Sebelumnya, kebocoran pipa yang mengakibatkan kobaran api terjadi pada Ahad (16/9) petang, di Desa Balai Raja Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau. Suara semburan gas cukup kuat sehingga api yang menyembur cukup besar.

Telah Diperbaiki

Sr Vice President PGPA Chevron Yanto Sianipar menjelaskan, tim tanggap darurat PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) bergerak secara cepat untuk menangani kebocoran pipa penyalur gas di Desa Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, pada Ahad (16/9). Setelah dilakukan penutupan aliran gas, api berhasil padam sepenuhnya pada sekitar pukul 23.50 WIB.

Kegiatan perbaikan sementara pipa juga telah selesai pada Senin (17/9) dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB. Kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan selamat. 

"Kami akan melanjutkan perbaikan pipa secara permanen dengan mengganti bagian pipa yang telah rusak. Tidak ada korban jiwa maupun cedera akibat kejadian ini," tegas Yanto.

PT CPI mengapresiasi dukungan penuh jajaran Polres Bengkalis dan pihak-pihak terkait lainnya sehingga koordinasi penanganan insiden ini berjalan dengan baik guna memastikan keselamatan masyarakat dan lingkungan sekitar. PT CPI saat ini terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab kejadian ini.

Sementara itu, Kapolsek Pinggir Kompol Ernis Sitinjak SIK, Senin (17/9) mengungkapkan, JP (23), operator alat berat yang bekerja di proyek pembangunan jembatan di lokasi kejadian telah dijemput petugas Polsek Pinggir sekitar jam 20.14 WIB pada Ahad malam. Dia langsung dibawa ke Mapolsek Pinggir untuk dimintai keterangan terkait kebocoran pipa gas yang sempat membuat heboh serta menimbulkan kemacetan arus lalu lintas tersebut.

"Operator alat berat di proyek pembangunan jembatan itu sudah kita amankan untuk dimintai keterangan. Kebocoran itu disebabkan galian alat beratnya saat membantu warga memindahkan bunga di dekat pipa," kata Kompol Ernis Sitinjak.

Kronologis kebocoran pipa gas hingga menimbulkan kobaran api tersebut, menurut Kapolsek, awalnya karena ada permintaan warga kepada JP selaku operator alat berat.

Warga minta tolong memindahkan tanaman bunga yang terletak dekat lokasi pengerjaan jembatan tersebut. Sang operator tidak keberatan. Dia terlebih dulu bertanya kepada yang minta bantu, apakah di sekitar tanaman bunga itu ada pipa. Oleh warga yang minta tolong dikatakan di situ tidak ada pipa.

Karena merasa aman, JP pun mengeruk tanah sedalam lebih kurang 20 sentimeter untuk memindahkan bunga tersebut. Tiba-tiba buket alat berat yang dia operasikan menggerus logam pipa. JP tentu saja kaget. Ternyata di sekitar perakaran bunga itu ada pipa gas milik Chevron.

Pipa yang tergaruk buket alat berat itu pun bocor. JP segera membawa alat berat tersebut menjauh dari TKP sejauh lebih kurang 50 meter. Sekitar tiga menit selepas pipa gas itu muncullah percikan dan kobaran api. Kepanikan terjadi di lingkungan sekitar.

Sementara itu, JP dengan perasaan cemas langsung menghadap kepada pengawas lapangan proyek jembatan yang dikerjakan PT Lutvindo yang disubkonkan ke PT Alfajri dan PT Tata Inti Sepakat itu. Menurut Kapolsek, pengawas minta JP menunggu di mes pekerja. Sekitar jam 20.14 WIB, JP pun dijemput polisi untuk dimintai keterangan.

Akibat kebocoran pipa gas tersebut, teknisi dan pekerja dari PT CPI bertungkus lumus mengatasi keadaan. Sekitar jam 23.30 WIB, kobaran api dari pipa gas itu berhasil dipadamkan. Menurut Kapolsek, hingga jam 01.10 WIB dinihari, petugas dari Chevron masih berada di TKP untuk menutup lubang kebocoran pipa berdiameter sepuluh inci itu. Selepas itu, situasi pun terkendali dan arus lalu lintas dari dua arah yang sempat macet beberapa lama kembali dibuka.

Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: riaupos.co
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)