Heboh, Video Murid SD Nyanyi "Ayo Kita Pilih Prabowo-Sandi" Beredar, Ini Tanggapan Bawaslu

Admin
443 view
Heboh, Video Murid SD Nyanyi "Ayo Kita Pilih Prabowo-Sandi" Beredar, Ini Tanggapan Bawaslu
Gambar: Merdeka.com
DATARIAU.COM - Beredar video anak sekolah dasar di kelas menyanyikan lagu 'Ayo Kita Pilih Prabowo-Sandi'. Video berdurasi 29 detik itu beredar sejak Senin (25/2), dan diunggah oleh akun Twitter @AhlulQohwah.

Dalam video terlihat anak-anak SD berpakaian batik kompak berdiri sambil menyanyikan lagu jargon Capres dan Cawapres Prabowo-Sandi di dalam kelas. Belum diketahui lokasi anak itu sekolah dan orang yang melakukan perekaman.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) masih menelusuri video tersebut. KPAI sudah berkoordinasi dengan tim siber Polri sejak mendapat aduan video itu dari masyarakat semalam.

"Masih menelusuri titik lokasi kejadian dibantu tim siber Polri," kata Ketua KPAI Susanto.

Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Desy Ratnasari angkat bicara soal video anak sekolah dasar menyanyikan lagu 'Ayo Kita Pilih Prabowo-Sandi' di kelas yang viral di media sosial. Menurutnya, hal tersebut adalah tanggung jawab semua pihak, terutama orang tua dan guru untuk mendidik anak.

"Ini adalah tanggung jawab semua pihak, satu orang tuanya gimana dia ajarkan anaknya dan memanfaatkan media sosial dengan baik dan benar. Dua, guru-gurunya kemana ini guru-gurunya ngasih tau apa gak," kata Desy di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (26/2).

Meski begitu, Desy tidak ingin menyalahkan pihak terkait. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu ingin semua pihak mengoreksi dan membenahi sistem yang salah terkait hal tersebut.

"Kita lihat apa yang salah, yang harus perbaiki apa? sistem keluarga, sistem reward, funishment sistem di dalam keluarga supaya anak itu faham dan tahu setiap tindakan ada konsekuensi," ujarnya.

Aktris senior tersebut tak ingin peristiwa tersebut hanya disikapi sebagai komentar dan bukan mengambil langkah untuk memperbaiki masalah.

"Kalau kita terbiasa untuk selalu nyalahin diujungnya tanpa perbaiki proses dan awalnya kejadian itu akan banyak dan akhirnya gimana tanggapan anda," kata Desy.

"Bener apa gak sih kita selalu terbiasa menyalahkan, sudahkah kita jadi guru yang baik, ibu yang baik, saya tipe optimis kok kalau kita mulai dari diri kita Insya Allah bisa," pungkasnya.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tengah menelusuri lokasi anak sekolah dasar menyanyikan lagu 'Ayo Kita Pilih Prabowo-Sandi' di kelas yang viral di media sosial. Bawaslu masih menelusuri lokasi sekolah tersebut.

"Iya, kita sudah lihat videonya dan lokasinya lagi dicari, aneh-aneh aja ini kan," kata Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (26/2).

Dia menegaskan, Bawaslu belum bisa memastikan apakah video itu dibuat atau dilakukan oleh salah satu pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 atau bukan. Menurut dia, fokus Bawaslu saat ini menelusuri sekolah tersebut.

"Dibuktikan dulu tim pendukung atau bukan, atau relawan atau bukan tim pendukung, bukan siapa-siapa, tapi punya simpati terhadap salah satu pasangan calon kan harus dibuktikan. Terus menggunakan tempat pendidikan, kan enggak boleh. Terus digunakan oleh WNI yang belum mempunyai hak pilih, itu masalahnya (kita masih cari tahu) gitu," tegasnya.

Rahmat mengatakan, Bawaslu kesulitan melacak sekolah tersebut. Salah satunya disebabkan kualitas gambar dalam video tersebut kurang bagus sehingga menghambat penyelidikan.

"Tidak ada keterangan juga lokasinya di mana itu. Kalau kita mau memperbesar gambarnya juga pecah gambarnya itu, kan ada sizenya ya dan pecah gambarnya," ungkapnya.

Bagja memastikan menegur pihak sekolah yang membiarkan politisasi di lingkungannya. Terlebih, anak-anak tersebut belum mempunyai hak dalam memilih pada pilpres 17 April 2019 nanti.

"Kita tegurlah (pihak sekolah), kemudian harus bertanggungjawab siapapun guru yang mengajarkan hal tersebut. Guru atau siapa kita juga belum tau juga, siapa yang melakukan hal tersebut," pungkasnya. (*)
Editor
: Redaksi
Sumber
: Merdeka.com