Harga Telur Ayam Rp 28.000/Kg, Ini Penyebabnya kata Menteri Perdagangan

Datariau.com
929 view
Harga Telur Ayam Rp 28.000/Kg, Ini Penyebabnya kata Menteri Perdagangan
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita/Foto: Deny Prastyo Utomo

JAKARTA, datariau.com  - Meski sudah lewat Lebaran, harga telur ayam masih tinggi. Di Karawang Barat dibanderol hingga Rp 30.000/kilogram (kg). Harga itu termasuk mahal karena biasanya telur ayam negeri dijual sekitar Rp 24.000/kg. 

Sementara di Pasar Senen, Jakarta Pusat, harga telur ayam Rp 28.000/kg, naik dari sebelumnya Rp 26.000/kg. Lantas, apa penyebab lonjakan harga telur ayam?

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan saat ini harga telur sedang tinggi. Penyebabnya karena harga bahan baku pakan ternak ayam. 

"Iya (harga telur ayam tinggi). (Penyebabnya) harga bahan pakannya naik kan," kata Enggar ditemui di Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Sebagai informasi, menurut catatan Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) sekitar 35% bahan baku pakan ternak masih diimpor.

Impor bahan baku pakan ternak berasal dari 5 negara, mulai dari Australia, Brasil, hingga Amerika Serikat (AS). Rinciannya, bungkil kedelai diimpor dari Brasil, Argentina dan AS.

Sedangkan tepung daging dari AS, Australia dan Selandia Baru. Sudirman menjelaskan harga bahan baku pakan ternak tersebut naik seiring menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.

Ketua KPPU Kurnia Toha menambahkan pihaknya sedang memonitor penyebab kenaikan harga telur ayam di pasar.

"Makanya itu yang kita lihat kenapa kok ini masih tinggi (harga telur ayam). Sedang kami dalami itu, dan saya khusus meminta ini pada staf kami turun ke pasar untuk memantau ada apa ini," kata Kurnia.

Sumber
: detik.com
Tag:bahannaik
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)