Gas Elpiji Subsidi Langka Lagi, Harga Tembus Rp40 Ribu

datariau.com
751 view
Gas Elpiji Subsidi Langka Lagi, Harga Tembus Rp40 Ribu

DATARIAU.COM - Hampir sepekan ini gas elpiji subsidi 3 kg langka lagi di beberapa daerah Provinsi Riau. Akibatnya, harga elpiji tembus Rp40 ribu pertabung.

Seperti di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, warga mengeluh harga elpiji subsidi sangat mahal, karena elpiji bukan dijual di pangkalan, melainkan diecer di pinggiran jalan dan kedai harian.

"Gak langka sih, ada yang jual, sepanjang Jalan Suka Karya atau Kualu itu di pinggir jalan ramai yang jual, harganya fantastis, mulai Rp35 ribu bahkan sampai Rp40 ribu," kata Sari, warga Tarai kepada datariau.com, Ahad (16/9/2018).

Bukan hanya di Kampar, masyarakat yang ada di dua kecamatan yakni Kecamatan Kubu dan Kecamatan Kubu Babussalam (Kuba) Rokan Hilir akhir-akhir ini juga mulai resah akibat sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kg untuk kebutuhan memasak sehari - hari.

Hampir di setiap pengecer atau kedai yang biasa menjual elpiji 3 kg semua pada kosong, hanya tabung-tabung kosong yang terlihat tersusun.

Pantauan datariau.com pagi jelang siang tadi, hampir di setiap kedai yang menjual elpiji rata-rata mengaku mengeluh akibat pembelian dari agen dibatasi dan harganya pun mulai naik, akibatnya harga di tingkat pengecer atau kedai saat ini mencapai Rp30 ribu hingga Rp35 ribu pertabung.

Memang beberapa hari terakhir, warga yang membuka usaha kedai mengaku sulitnya mendapat elpiji dari agen yang ada di kecamatan Kubu dan Kuba, mengakibatkan langkanya elpiji di pasaran, bahkan setiap kali mau datang truk pengangkut elpiji para pedagang sudah pada antri di pangkalan.

Sementara sala seorang warga yang enggan disebut namanya mengaku dirinya sudah mondar mandir kesana kemari, bahkan sudah puluhan kedai yang dihampiri hanya untuk membeli elpiji buat keperluan memasak, tapi sampai sekarang belum juga mendapatkan.

"Kalaupun ada pasti harganya sudah mencekik leher alias mahal, hal seperti ini yang membuat warga selalu kecewa sudah jauh-jauh tapi tak dapat hasil," ungkapnya.

Saat ditanya apa harapannya pada pemerintah saat ini, sebagai warga Negara meminta agar Pertamina dan Disperindag meninjau ulang izin Pangkalan yang ada di dua Kecamatan Kubu dan Kecamatan Kubu Babussalam termasuk agen penyalur, sebab ada dugaan atau disinyalir adanya permainan antara keduanya.

"Kami juga mohon kepada instansi terkait untuk melakukan sidak ke daerah kami sehingga harga elpiji 3 kg sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah dan mencabut izin pangkalan yang nakal selama ini," ucapnya penuh harap. (rik/pon)

Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Tag:elpiji
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)