SIAK, datariau.com - Ditengah pandemi covid-19, dalam beribadah jemaat GNKP Indonesia Perawang Kecamatan Tualang tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan sebelum masuk ke rumah ibadah yang disediakan panitia tepat didepan gereja tersebut.
Selain itu jemaat GNKP Indonesia itu juga tetap mengukur suhu tubuh dan mengatur tempat berjarakan.
Peneguhan Sidi, Baptisan Anak Dan Perjamuan Kudus Sekretaris Jemaat Famaha Pardomuan Zebua SE menghimbau agar tetap mengikuti maklumat protokol kesehatan covid-19.
Dimana ibadah pada hari itu, tentu berbeda dengan ibadah ibadah sebelumnya pada Ahad (16/8/2020) terdapat sebanyak 7 anak yang kini telah beranjak remaja dengan memakai baju kemeja panjang berwarna putih pertanda berakhirnya mengikuti Peneguhan Sidi.
Sementara 3 orang anak lainya mengikuti Baptis di Gereja Niha Keriso Protestan (GNKP) Indonesia Jemaat Perawang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Riau pada Ahad (16/8/2020) sekira pukul 10.00 WIB.
Diketahui bahwa Peneguhan Sidi adalah bagian dari pengakuan iman rasuli dalam gereja gereja Protestan setelah melakukan Katekisasi. Selain itu, seseorang juga dapat diteguhkan melalui Peneguhan Sidi oleh Pdt S Halawa STh (Pdt Distrik 24 ), melalui upacara dan ibadah di hadapan seluruh sidang jemaat.
"GNKP Indonesia Jemaat Perawang hari ini Ahad ke Dua bulan Agustus 2020, turut menggelar Peneguhan Sidi baru, dan pesertanya sebanyak tujuh orang anak remaja serta tiga anak lainya di Baptis," kata Pdt Sokhizanolo Halawa STh.
Pdt Sokhizanolo Halawa STh (Pdt Distrik 24 ) GNKP Indonesia menyebutkan bahwa di Gereja GNKP Indonesia Jemaat Perawang telah dilangsungkan acara Peneguhan Sidi dan Baptis.
"Saya sebagai Pendeta bersyukur karena atas kasih serta karunianya Yesus berkenaan memimpin anak anak ini sampai mereka mengakui Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya," jelasnya.
Dikatakan Pdt Sokhizanolo Halawa, bahwa GNKP Indonesia Jemaat Perawang telah melaksanakan gradet sistem bagi anak anak sekolah Minggu dan itu berlaku di Gereja Jemaat Perawang (GNKP Indonesia), ketika anak anak yang baru diteguhkan serta di Baptis.
Pada kelas Alkitab juga di serahkan dalam mekanisme gradet sistem itu, anak anak ini masuk sekolah Katekisasi kurun waktu satu tahun berjalan dalam pengajaran iman.
"Nah itu yang di GNKP Indonesia, untuk kurikulum sekolah Minggu, dan gradet sistemnya. Jadi, anak anak ini di gembleng dan diberikan pembelajaran serta pembekalan iman terlebih dulu sebelum mereka melakukan Peneguhan Sidi dalam satu tahun pengajaran iman," ungkapnya.
Pdt menjelaskan, setelah selesai diteguhkan hari ini, dihadapan Tuhan dengan disaksikan oleh ratusan jemaat yang hadir pada Minggu itu, walaupun dalam situasi pandemi covid-19, namun tetap mematuhi dan mengikuti protokol kesehatan covid-19.
Setelah diteguhkan dan di Baptis, kata Pdt Sokhizanolo Halawa, kemudian mereka menjadi jemaat yang telah dewasa dan mandiri.
"Kegiatan gerejawi dalam rutinitasnya, ibadah ibadah, contoh ibadah ibadah keluarga, mereka sudah dapat di ikut sertakan. Jadi, anak anak yang sudah melakukan jawab orang tuanya," terangnya.
Tentunya sebagai gereja dan jemaat juga hamba Tuhan, baik dalam pelaksanaan sekolah katekisasi sampai peneguhan, maka gereja punya harapan bahwa mereka ini menjadi pemuda pemudi yang tumbuh sebagai anak remaja yang menjadi tonggak gereja GNKP Indonesia.
"Dengan harapan anak anak ini kelak tumbuh menjadi tongak gereja bagi sebuah masa depan dalam perubahan di kemudian hari," pungkasnya.(Sokhiaro/Man).