SIAK, datariau.com - Bila sudah menjadi hobi, permainan musiman inipun dibuat berbagai macam bentuk keindahan. Mulai dari jenis dan modelnya pun dirancang sedemikian bentuk untuk menarik perhatian khalayak ramai yang melihatnya saat di udara.
Ternyata permainan ini tak sekedar digandrungi kalangan anak-anak maupun remaja dewasa saja, permainan ini juga telah menjiwai hingga kepada orangtua untuk menikmati permainan ini.
Tak kenal seberapa banyak uang (merogoh) kantong untuk mendapatkan hasil, dan kepuasan tersendiri atas karyanya tersebut dengan berbagai jenis warna sesuai keinginan.
Belangkangan banyak terlihat dan dijumpai berbagai jenis dan model serta ukuran benda tersebut, saat sebelum diterbangkan dengan menggunakan tali (benang) ke udara.
Tentunya, dengan aktifitas seperti ini kita juga harus dapat melihat dan menempatkan lokasi bermain untuk menerbangkanya. Permainan ini juga dapat diperlombakan menurut kriteria, jenis, bentuk ataupun seni dari berbentuk benda, hewan maupun sebagainya.
Untuk menerbangkanya ke udara, terutama setidaknya dapat melihat kondisi atau lokasi tempat bermain yang layak yaitu jauh dari permukiman padat penduduk, tidaknya adanya aktifitas lalu lalang kendaraan disekitar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti insiden kecelakan karena tersangkut oleh benang.
Selain itu dapat memperhatikan lokasi sekitar saat hendak bermain atau menerbangkan benda itu, seperti tidak adanya kabel jaringan arus listrik agar tidak terganggu. Hendaknya memilih sebuah lokasi yang luas (lapangan) dan tidak adanya aktifitas rutin pengendara.
Maka dengan demikian tidak dapat melarang atau membatasi permainan tersebut terhadap warga yang hobi dengan permainan ini, yaitu layang layang. Tak memandang usia muda maupun tua untuk sebuah permainan atau hobi ini, semua dapat membuat (meraut) bambu dan merakitnya sesuai keinginan.
Untuk menghindari kejadian atau hal hal yang merugikan diri sendiri maupun oranglain, Bhabinkamtibmas Kelurahan Perawang Bripka Arya Sudarsa menghimbau kepada warga dalam menerbangkanya hendaknya jauh dari permukiman padat penduduk dan terhindar dari kabel jaringan arus listrik agar tidak terganggu.
"Saya mengimbau kepada warga, khususnya kepada warga Kelurahan Perawang agar mencari lokasi yang luas, dan jauh dari permukiman padat penduduk, juga dapat menghindari kabel listrik agar tidak terganggu (listrik padam)," imbau Arya.
Sama sama kita ketahui, kata Bripka Arya Sudarsa kepada datariau.com, Rabu (8/7/2020) mengatakan, bahwa listrik di salah satu perumahan karyawan PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang terganggu dan padam diduga akibat benang/layangan yang tersangkut ditarik hingga terjadinya gangguan atau listrik padam.
"Ya, listrik di KPR-I padam, kabar yang saya terima dari warga padamnya arus listrik di tempatnya itu dikarenakan layangan dan benang yang tersangkut ditarik hingga terjadinya gangguan atau listrik padam," ujarnya.
Sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Perawang Bripka Arya Sudarsa pada Rabu (8/7/2020) sekali lagi mengimbau dan menyarankan kepada masyarakat khususnya warga Kelurahan Perawang bagi yang hobi dengan permainan ini, untuk menerbangkan layanganya dengan mencari lokasi yang luas (lapangan) serta jauh dari permukiman padat penduduk juga untuk menghindari peristiwa yang tidak di inginkan kedepanya.(Eman)