Bokor Jadi Desa Favorit Turis Mancanegara

Rahmad
1.430 view
Bokor Jadi Desa Favorit Turis Mancanegara
foto : Istimewa
Penggiat Wisata Hutan Mangrove Desa Bokor, Sopandi SSos mengajak para turis belanda menyusuri sungai Bokor menggunakan sampan kayu.

MERANTI, datariau.com - Siapa sih yang tidak kenal dengan Desa Bokor. Pasti kalian dibuat penasaran kenapa para turis mancanegara banyak datang ke tempat itu.

Desa Bokor, dikenal dengan kawasan yang sebagian besar bibir pantainya dipenuhi hutan mangrove. Desa itu terletak di Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Indonesia. Luas wilayahnya sekitar 43,14 kilometer persegi.

Mulanya nama Bokor disematkan di desa itu bermakna suatu wadah (mangkok, dalam bahasa melayu) yang terbuat dari tembaga atau emas. Wadah itulah yang diartikan Bokor pada zaman Kerajaan Siak terdahulu yang memiliki sejarah panjang.

Namun yang menjadi ketertarikan turis mancanegara, karena pesona hutan mangrove Desa Bokor yang tidak dimiliki seperti daerah lainnya. Padahal masih banyak desa di Kepulauan Meranti memiliki hutan mangrove yang sama.

Tetapi tidak dengan Desa Bokor. Hutan mangrove disana sudah diubah sekian rupa menjadi destinasi wisata andalan di desa tersebut. Potensi ini yang kemudian merangsang penggiat wisata untuk menambah hutan itu semakin menarik dengan menyempurnakan eminitas (fasilitas pendukung pariwisata).

Salah seorang penggiat wisata mangrove, Sopandi SSos mengatakan tiap harinya wisatawan lokal mengisi waktunya untuk berlibur menikmati hutan dengan menyusuri jalan yang telah diberikan jembatan kayu. Tak ingin ketertinggalan, wisata hutan mangrove Desa Bokor ternyata terus mencuat hingga ke telinga wisatawan mancanegara.

"Dimomen yang tertentu, Desa Bokor telah dikunjungi turis di sebelas negara yang berbeda di dunia. Yakni turis dari Amerika, Meksiko, Perancis, Itali, Belanda, Polandia, Wales, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Singapura, dan Malaysia," jelasnya

Selain destinasi wisatanya, lanjut Sopandi, sesuatu hal yang membuat para turis jatuh hati di Desa Bokor adalah sifat keramahan yang dimiliki masyarakatnya. Karakter tersebut ditanamkan turun temurun sejak dulu dan dipertahankan hingga saat ini.

"Keberadaan turis di Desa Bokor bagaikan surga yang tanpa hentikan dimanjakan oleh masyarakat setempat. Mereka dikenalkan dengan potensi kearifan lokal desa yang masih terjaga dengan baik. Mulai dari makanan, kesenian, sumber daya alam, dan hal lainnya yang membuat terpikat para turis," jelas Sopandi lagi.

Sebagai seorang penggiat wisata, Sopandi telah berhasil bekerja keras mengenalkan Desa Bokor ke mata dunia. Bahkan menjadi satu-satunya desa favorit di Kabupaten Kepulauan Meranti oleh para turis.

"Kita mengenalkan turis soal kearifan lokal yang dimiliki Desa Bokor. Karena sesampainya disini, mereka tidak ingin melihat gedung yang megah, mobil yang mewah, musik rock yang dahsyat, tapi mereka ingin melihat hutan belukar yang tidak ada ditempat mereka," cerita Sopandi sambil berbincang-bincang dengan menyeruput segelas kopi panas, Selasa (5/11/2019).

Dengan menunjukkan potensi kearifan lokal, kata Sopandi, Desa Bokor mencoba memberikan pemandangan baru yang belum mereka lihat. Pengalaman baru yang terus membekas dipenglihatan turis menjadi kebanggaan tersendiri bagi Desa Bokor.

"Sebenarnya bukan bagaimana ciri khas desa mau disamakan dengan daerah lain. Tapi bagaimana kita mengemas ciri khas desa kita mampu menjadi daya tarik wisata untuk menambah pemasukan ekonomi masyarakat," ujar Sopandi lagi.

Selama di Desa Bokor, diakui pria yang akrab disapa Atah Pandi itu, turis yang datang akan dimanjakan dengan pesona alam hutan mangrove. Mereka diajak menyusuri sepanjang sungai Bokor menggunakan sampan dayung yang terbuat dari kayu.

"Mereka sangat menikmati pesona hutan mangrove. Sepanjang perjalanan tampak mereka mengabadikan foto dirinya dengan objek hutan itu," ujar dia.

Sembari menikmati pesona hutan, para turis juga disuguhkan dengan beberapa makanan khas Desa Bokor dan hal menarik lainnya. Penyajian ini memang dilakukan agar mereka tahu akan potensi kearifan lokal Desa Bokor itu seperti apa.

"Kenyamanan para turis tetap jadi prioritas kami. Biasanya mereka sampai satu hari berada di Desa Bokor, kita kenal semuanya yang ada tanpa ada yang tertinggal di Desa Bokor. Begitulah pelayanan kami, sehingga para turis berniat ingin kembali lagi menikmati alaminya Desa Bokor," tutur pria yang bertubuh besar itu. (mad)

Penulis
: Rahmad Santoso
Editor
: Redaksi
Sumber
: datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)