SIANTAR, datariau.com - Puluhan abang becak Brimingham Small Arm (BSA) di Kota Pematangsiantar menerima copy piagam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), di Sekretariat BSA Owner Motorcycles Siantar (BOMS) di Jalan Kartini, Jumat (17/8).
Menurut Presiden BOMS H K Erizal Ginting, piagam itu diberikan kepada abang Becak BSA yang telah mencatat sejarah dengan memecahkan rekor dunia pada Sabtu (15/10/2016) lalu.
"Keberadaan mereka (abang becak BSA) memberi insprasi bagi BOMS untuk mengabadikannya sebagai ikon dan memecahkan rekor. Oleh karenanya mereka berhak mendapat copy Piagam MURI tersebut," sebut Rizal Ginting, sapaan akrabnya.
Rizal menambahkan, penyerahan copy Piagam MURI tersebut juga berdasarkan keterlibatan abang becak, dalam hal ini divisi Becak yang memang anggota BOMS, sebagai pelaku sejarah pemecahan rekor tersebut.
"Copy Piagam MURI ini juga akan diberikan kepada para bikers yang juga terlibat pada pemecahan rekor MURI dalam Rolling Thunder Becak BSA Siantar, Konvoi Becak Motor Antik Satu Merek Terbanyak yang pernah digelar di seluruh dunia," tutup Rizal.
Sebelum penyerahan copy piagam MURI ini, sebanyak 20 unit becak BSA mengikuti konvoi keliling kota dengan rute Jalan Merdeka dan Sutomo, pada karnaval kendaraan hias merayakan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia. Selain abang becak, belasan bikers yang tergabung dalam BOMS juga mengisi karnaval. Dengan gagah, para bikers menunggangi motor BSA.
Saat rombongan BSA melintas dengan suara kenalpot besar, warga sontak bersorak dan tepuk tangan, serta mengabadikan momen dengan kamera masing-masing. Wakil Wali Kota Siantar Togar Sitorus berkenan melepas karnaval tersebut.
Dalam karnaval ini, pawai mobil berhias ornamen simbol agama juga turut ambil bagian. Kota Pematangsiantar, sebagai kota bertoleransi tinggi. Mobil hias berornamen ragam etnis dari setiap organisasi pemerintah daerah (OPD) Siantar dan penampilan marching band dari sejumlah SMA Negeri di kota ini.
Sebelumnya, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencacat bahwa Rolling Thunder Becak BSA Siantar merupakan "Konvoi Becak Motor Antik Satu Merek Terbanyak" yang pernah digelar di seluruh dunia.
"Awalnya, MURI mencatat konvoi Becak Siantar ini terbanyak di Indonesia. Tetapi setelah melihat langsung hari ini, ternyata terbanyak di dunia," ujar perwakilan MURI saat memberikan sertifikat, di Parkir Pariwisata, Jalan Merdeka Pematangsiantar, Sabtu (15/10/2016)
Sertifikat dari MURI ini diterima langsung Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi, Penjabat Walikota Jumsadi Damanik, dan Presiden BSA Owner Motorcycles Siantar (BOMS) Kusma Erizal Ginting.
Mereka menerimanya usai menarik selubung merah tanda diresmikannya Tugu Becak Siantar sekaligus menandatangani prasasti serta melepas konvoi ratusan BSA keliling kota Pematangsiantar.
Presiden BOMS Kusma Erizal Ginting menjelaskan sekilas latar belakang berdirinya BOMS serta berbagai upaya yang telah mereka lakukan selama 10 tahun terakhir, agar BSA ini bisa bertahan di Kota Pematangsiantar.
Indro Warkop DKI, selaku perwakilan Bikers Nusantara saat didaulat memberikan sambutan.
"Becak Motor BSA di Pematangsiantar ini merupakan satu-satunya warisan perang dunia yang masih bisa digunakan sebagai alat transportasi. Kegiatan hari ini merupakan jendela bagi dunia, bahwa warga Pematangsiantar bisa merawat warisan dunia menjadi antik dan modif," ujarnya.
Tampak hadir Kumar (Perwakilan Bikers Luar Negeri asal Singapura), beberapa pejabat dan ribuan para bikers dari berbagai penjuru Indonesia maupun luar negeri.