SIAK, datariau.com - Aliansi Putera Tualang melalui perwakilan Kelurahan/Desa masing-masing mendampingi Koordinator Umum Maryuli Apindo mengirimkan sebanyak 124 lamaran pada tahap pertama, Senin (30/7/2018) kemarin.
Dengan disepakatinya Nota Kesepakatan Bersama antara pihak PT IKPP Perawang dengan Aliansi Putera Tualang yang dibubuhinya tanda tangan oleh masing-masing pihak dan beberapa orang saksi yang diantaranya Kapolsek Tualang Kompol Jujur J Hutapea dan Camat Tualang Zalik Effendi Ssos.
Dimana sebelumnya, pemuda Tualang yang mengatasnamakan Aliansi Putera Tualang tersebut menggelar aksi damai didepan pintu gerbang PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Selasa (24/7/2018) lalu.
Dengan aksi yang berlangsung damai melalui proses yang cukup panjang, bahkan sempat beberapa kali terjadinya negosiasi yang cukup alot antara Aliansi Putera Tualang dengan utusan dari pihak perusahaan.
Akhirnya dipenghujung petang dengan semangat perjuangan tanpa henti dan tak kenal lelah, selanjutnya Aliansi Putera Tualang sebagai pemuda yang lahir dan dibesarkan di tanah kelahirannya sendiri, namun terasing dan tidak diperdulikan keberadaannya.
Dengan menggelar unjuk rasa mungkin itulah jalan satu-satunya yang harus ditempuh untuk mendapatkan hak serta keadilan sebagai pemuda Tualang (Perawang). Dimana perusahaan yang berdiri puluhan tahun di Negeri Lancang Kuning (Perawang, Siak, Riau) itu, saat ini diduga tidak transfaran dalam perekrutan tenaga kerja sebagaimana yang telah di amanatkan oleh Perda Siak Nomor 11 Tahun 2001.
Menurut kabar yang beredar di masyarakat hingga terjadinya aksi damai yang digelar oleh Aliansi Putera Tualang, Selasa (24/7/2018) lalu. Menyiratkan bahwa PT Indah Kiat Pulp and Paper Perawang saat ini diduga melanggar Perda Siak Nomor 11 Tahun 2001 dengan melakukan perekrutan atau membuka lowongan kerja diluar daerah Kabupaten Siak.
"Kami anak-anak Tualang akan terus mengawal kesepakatan ini, jika kesepakatan ini tidak di indahkan, maka saya dan Pindo (sapaan akrab Maryuli Apindo), siap kembali menjadi korlap untuk kedua kalinya dan akan melakukan aksi jilid 2, yang tentunya akan lebih dahsyat. #SaveAnakTualang #KurangiPengangguran," kata Koordinator Lapangan Aliansi Putera Tualang Setya Adi Putra, Senin (30/7/2018).

Selanjutnya, Koordinator Umum Aliansi Putera Tualang Maryuli Apindo membeberkan, bahwa tempo hari telah diserahkan lamaran kerja kawan-kawa Aliansi Putera Tualang untuk tahap pertama. Hari itu, kata mantan Ketua HMI UNPAD Fakultas Hukum itu menyebutkan, bahwa telah diserahkan sebanyak 124 lamaran dari jumlah yang disepakati diawal sesuai Nota Kesepakatan yang dibuat.
"Untuk sisanya akan terus kita antarkan sesuai dengan jumlah yang kita sama-sama sepakati dengan IKPP perawang," terang Maryuli Apindo.
Dikatakannya, langkah itikad baik telah kita tempuh, ruang-ruang dialog telah kita isi dan bersama bertemu pada satu titik, bahwa tenaga kerja lokal sama-sama kita sepakati adalah prioritas.
"Semoga IKPP yang juga diwakili salah satunya oleh saudara Armadi Alkuantani dapat menjalankan kesepekatan yang sama-sama kita tandatangani itu dengan penuh rasa tanggungjawab," harap Pindo sapaan akrabnya.
Pindo menuturkan, tentu kesepakatan itu hanya akan berarti ketika kedua belah pihak sadar akan hak dan kewajibannya, dan andaikan satu pihak tidak mengindahkannya niscaya barisan perlawanan itu makin akan bergelora.
Lanjutnya, walau didalam ratusan lamaran itu tidak satupun ada lamaran saya, tetapi saya pastikan akan saya kawal terus karena bagaimanapun itu adalah hak dari saudara-saudara saya anak-anak tualang, anak-anak yang lahir atau dibesarkan ditanah ini.
"Anak yang setiap harinya menghirup aroma IKPP, anak yang jalannya dilalui jutaan ton kendaraan IKPP, anak-anak yang seakan tidak dilihat wakilnya yang mereka utus untuk mengawal keresahaan mereka, untuk itu mari bersama kita kawal," ajak Pindo.
Tambah pemilik nama lengkap Maryuli Apindo itu, Senin (30/7/2018) malam waktu setempat menyampaikan, bahwa untuk saudara-saudara yang punya ambisi politis praktis, saya ingatkan jangan campuri urusan ini, karena kepentingan kami adalah soal perut dan kehidupan, tidak pada soal kekuasaan.
"Panjang umur perlawanan!," tutup Pindo.