Aksi Illegal Logging di Kabupaten Siak Riau Marak!


537 view
Aksi Illegal Logging di Kabupaten Siak Riau Marak!
Ilustrasi (Foto: Int)

DATARIAU.COM - Aksi perambahan hutan (illegal logging) secara besar-besaran marak di Kabupaten Siak, Riau. Ratusan batang kayu alam banyak ditemukan di sepanjang sungai.

detikcom menelusuri sungai Rawa di Kecamatan Sungai Apit bersama Kepapa Balai Bersar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono dan Bupati Siak, Alfedri. Tim ini sengaja menelusuri dari hilir sungai ke hulu ke kawasan Taman Nasional Danau Zamrud. Ekspedisi ini dilaksanakan Sabtu (11/7/2020).

Dari bagian hilir hingga ke Danau Zamrud dengan menggunakan kapal kecil harus ditempuh perjalanan selama 5 jam. Alur sungai Rawa ini meliuk bak ular dengan warna airnya seperti teh khas air rawa gambut. Sehingga sekilas bila dilihat air sungai rawa berwarna hitam.

Dari ekspedisi ini, diketahui sepanjang alur sungai kawasan hutan banyak yang digunduli. Dilihat dari plang kecil yang terpampang ada di pinggir sungai berstatus Hutan Produksi Terbatas (HPT) di bawah kewenangan Dinas Kehutanan Provinsi Riau.

Di sepanjang perjalanan, beberapa kali kapal kecil yang ditumpangi tim harus terhenti karena banyaknya batang kayu. Lebar sungai Rawa ini dari bagian hilir sekitar 20 meter dan kebagian hulunya terus menyempit antara 5 sampai 10 meter.

Aksi perambahan hutan (illegal logging) secara besar-besaran marak di Kabupaten Siak, Riau (Chaidir Anwar Tanjung/detikcom).

Di alur sungai ini, tanpa disengaja tim melihat pemandangan adanya aktivitas perambahan hutan secara masif. Pertama terlihat rakitan kayu alam panjang dua meter tersusun rapi. Satu rakitan diperkirakan ada 24 batang kayu. Sebanyak 12 rakitan kayu hasil jarahan liar ini masih tertambat di tepi sungai.

Tidak terlihat siapa pelakunya. Rakitan kayu ini tersusun rapi dengan panjang yang sama. Kayu-kayu ini terikat dengan rapi untuk dihanyutkan.

Semakin ke hulu, semakin terlihat aktivitas perambahan hutan milik negara ini. Berjarak sekitar 1 km dari lokasi kayu yang telah dirakit, kembali ditemukan tumpukan kayu menggunung di bantaran sungai.

Kali ini yang ditemukan, potongan kayu alam yang masih berada di tepi sungai. Kayu itu telah tersusun rapi namun belum dirakit seperti yang ditemukan awal.

Tumpukan kayu alam tersebut tingginya sekitar 2 meter lebih dengan panjang tumpukan sekitar belasan meter. Di sekitar tumpukan kayu terlihat bentangan sisa hutan alam yang ditebangi secara liar.

Lagi-lagi maling kayunya tidak terlihat di lokasi. Sebagian kayu alam ini sepertinya sudah ada yang dihanyutkan. Ini terlihat ada sisa kayu di tepi sungai.

Perambahan hutan alam di HPT ini sepertinya merajalela. Ini bisa dilihat puluhan gubuk yang diduga sebagai pemondokan para perambah liar banyak ditemui di sana.

Gubuk-gubuk lama dengan atap terpal plastik warna biru terlihat mulai lapuk. Sebagian gubuk lama ini menandakan sudah begitu lama aktivitas penjarahan kayu alam yang tidak terpantau aparat penegakan hukum.

Selain gubuk lama, belasan gubuk baru banyak ditemui di sisi kanan dan kiri sungai. Terlihat di gubuk itu masih ada handuk, kain dan baju yang tergantung. Tungku untuk masak air juga ada di sekitar gubuk tersebut.

Hanya saja sepertinya kehadiran tim ekspedisi ini sudah tercium para pembalak liar. Sehingga tidak ditemukan satu orang pun yang berada di kawasan tersebut. Penyusuran sungai rawa ini tim juga dikawal polisi air Polres Siak.

Aksi perambahan hutan (illegal logging) secara besar-besaran marak di Kabupaten Siak, Riau (Chaidir Anwar Tanjung/detikcom).


Kepala BBKSDA Riau, Suharyono menjelaskan, bahwa aktivitas perambahan tersebut di luar Taman Nasional Danau Zamrud. Pihaknya bersama Pemkab Siak menelusuri arus sungai untuk melihat di lapangan karena hulunya di taman nasional.

"Seperti yang kita saksinya itu perambahan yang terjadi di HPT. Kayu-kayu yang kita lihat jenis kayu mahang yang diambil dari kawasan hutan," kata Haryono kepada detikcom.(*)

Editor
: Redaksi
Sumber
: https://news.detik.com/berita/d-5090472/perambahan-kawasan-hutan-di-kabupaten-siak-riau-marak/2
Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com