DATARIAU.COM - Seorang polisi melompat ke kap mobil yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi di jalan raya. Mobil terus melaju secara zigzag, membuat polisi itu berulangkali nyaris terlempar.
Pengemudi mobil lantas mengeluarkan sangkur dan mengarahkannya ke tangan polisi yang masih berpegangan di kap mobil. Polisi itu kemudian benar-benar terlempar dan jatuh di jalan. Dia mengalami luka-luka sedangkan si pengemudi mobil melarikan diri.
Peristiwa tersebut bukan adegan dalam film laga, melainkan kejadian nyata yang terjadi di kawasan Pattalasang, Gowa, Sulawesi Selatan. Polisi yang melompat ke kap mobil adalah Briptu M Syaifullah yang sedang melakukan razia balap liar.
Sedangkan pria yang berada di dalam mobil adalah oknum TNI berinisial I dengan pangkat Prada yang melarikan diri dari razia polisi.
Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan AKBP Dicky Sondani menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.00 Wita, Sabtu (19/5). Saat itu jajaran Polres Gowa dan Polsek Bontomaranu sedang melakukan operasi balap liar di lintasan Padivalley Pattalasang.
Tiba-tiba melintas mobil Nissan Datsun bernopol DD 3116 AD berwarna putih dan dihentikan oleh Briptu Syaifullah. Prada I sempat keluar dari mobil dan menunjukkan KTA TNI-nya dari jauh.
"Sikapnya tidak kooperatif. Oknum tersebut masuk kembali ke dalam mobilnya dan berjalan ke arah mobil. Namun tidak diduga oknum tersebut justru menjalankan mobilnya ke arah korban," ujar Dicky dikutip kumparan, Ahad (20/5/2018).
Saat itu Briptu Syaifullah memperingatkan Prada I agar berhenti, tetapi tidak diindahkan dan justru ditabrak. Dia meloncat dan berpegangan pada kap mobil dan terbawa hingga sejauh 1 km.
Prada I mengemudikan mobilnya secara zigzag untuk menjatuhkan Syaifullah, namun tidak berhasil. Dia kemudian mengeluarkan sangkur dari jendela mobilnya.
"Pelaku keluarkan sangkur, diarahkan ke tangan korban hingga pegangan korban lepas dan korban terjatuh hingga kepala korban membentur aspal," beber Dicky.
Setelah Syaifullah jatuh, Prada I melarikan diri. Dia dikejar oleh 2 polantas lain dan berhasil ditangkap sekitar 2 km dari lokasi Syaifullah terjatuh. Meski berhasil dihentikan, aksi nekatnya masih belum berhenti. Dia kembali melarikan diri dan meninggalkan mobilnya di lokasi.
Sementara itu, Syaifullah langsung dilarikan ke Puskesmas Samata. Dia mengalami luka di bagian kepala dan sempat muntah-muntah. Syaifullah lalu dirujuk ke RS UIT dan terakhir dibawa ke RS Bhayangkara.
Sementara itu, saat ini Prada I diperiksa oleh Pomdam Hasanuddin. Dicky menyebut, Prada I merupakan anggota aktif Kodam XIV/Hasanuddin yang bertugas di bagian Denma.
"Sekarang yang bersangkutan sudah ditangani pihak Kodam. Nanti Pomdam (TNI) kerja sama dengan Propam (Polri)," ujarnya.
Dicky tak menjelaskan apakah Prada I merupakan anggota balap liar atau bukan. Dia menyerahkan penanganan kasus tersebut ke pihak TNI.
"Enggak tahu (balap liar atau tidak), mestinya kan dia berhenti saja karena sedang ada razia," kata Dicky.
-
Berita TNI-Polri
-
Berita
-
Berita
-
Berita
-
Berita
-
Berita