900 Hari Tanpa Pembunuhan, Bukele Ubah El Salvador Jadi Negara Teraman

Najwa
546 view
900 Hari Tanpa Pembunuhan, Bukele Ubah El Salvador Jadi Negara Teraman
Foto: El Chubut

SAN SALVADOR, datariau.com - Presiden El Salvador Nayib Bukele mencatat prestasi luar biasa dengan menghentikan kasus pembunuhan selama lebih dari 900 hari berturut-turut hingga Mei 2025, mengubah negaranya dari yang paling mematikan menjadi teraman di Amerika Latin.

Nayib Armando Bukele Ortez, presiden berusia muda keturunan Palestina ini memulai karier politik sebagai wali kota Nuevo Cuscatlán (2012-2015) dan San Salvador (2015-2018) sebelum menjabat presiden sejak 2019. Ayahnya Armando Bukele Kattan merupakan imigran Palestina yang mewariskan nilai-nilai keagamaan dan kewirausahaan, sementara Bukele muda aktif dalam bisnis periklanan sebelum terjun ke dunia politik.

Di kedua posisi wali kota tersebut, ia mendapatkan reputasi sebagai pengusung perubahan, memperbaiki pengelolaan sampah, meningkatkan mobilitas perkotaan, dan menggunakan media sosial secara agresif untuk berkomunikasi langsung dengan warga. Popularitas ini membuka jalannya ke kursi presiden setelah keluar dari partai FMLN dan membangun partai sendiri Nuevas Ideas.

Ketika menjabat presiden, Bukele meluncurkan Territorial Control Plan (PCT) pada Juni 2019, strategi keamanan nasional pertama yang melibatkan patroli militer-polisi intensif dan pemecatan terhadap aliansi korup. Hasil awalnya spektakuler dengan pembunuhan turun drastis dari rata-rata 300 per bulan menjadi 154, bahkan pada Juli 2019 tercatat satu hari tanpa pembunuhan.

"900 hari tanpa keluarga Salvador menangis karena ketidakamanan merenggut nyawa orang yang dicintai," tulis Bukele di akun X-nya. Data Kepolisian Nasional menunjukkan dari keseluruhan 900 hari tersebut, 748 hari terjadi selama status darurat yang mulai diberlakukan Maret 2022.

Status darurat ini memberikan kekuasaan besar kepada aparat untuk menahan tersangka tanpa surat perintah, dan sejak 2022 lebih dari 83.000 orang telah ditangkap, menjadikan populasi penjara El Salvador salah satu tertinggi di dunia. Bukele juga mendirikan CECOT, penjara besar yang menampung ribuan anggota geng seperti MS-13 dan Barrio-18 melalui isolasi ekstrem.

Hasilnya luar biasa dengan tingkat pembunuhan turun dari 106 per 100.000 jiwa pada 2015 menjadi hanya 1,9 pada 2024, menandai rekor historis dalam keamanan publik. Perbandingan ini menunjukkan transformasi dramatis dari negara paling mematikan di dunia menjadi yang teraman.

Namun transformasi tersebut dibayar mahal. Organisasi HAM seperti Amnesty International, Human Rights Watch, dan WOLA mencatat pelanggaran seperti penahanan tanpa proses hukum, kondisi penjara brutal, bahkan laporan penculikan paksa dan kematian dalam tahanan. Laporan menyebut 327 kasus dugaan penghilangan orang dan ratusan kematian terkait tindakan aparat melalui rezim darurat.

Secara politik, pendekatannya memperkokoh kekuasaan. Pada 2024, Bukele memenangkan pemilihan ulang dengan 84% suara, sementara partainya mendominasi parlemen, menjadikannya figur dekat dengan kekuasaan otoriter. Berbagai kritik menyoroti potensi penundaan demokrasi, terkonsentrasinya kekuasaan eksekutif, dan melemahnya peran lembaga kehakiman.

Di kancah internasional, Bukele dipuji para konservatif seperti Donald Trump yang menilai modelnya layak ditiru dan rezimnya bahkan dijadikan tempat penahanan bagi migran Venezuela hasil kerjasama deportasi dari AS. Pujian ini mengiringi kekhawatiran terhadap model "otoritarianisme yang dibungkus populis" serta ekspansi kekuasaan presidensial di Amerika.

Profil Nayib Bukele menampilkan ambivalensi tajam sebagai pemimpin muda yang tanggap media sosial dan efisien menekan kriminalitas hingga mencatat 900 hari nol homisida, namun keberhasilan ini diraih melalui pembatasan hak-hak sipil, masifnya penahanan tanpa pengadilan, dan pengelolaan media otoriter yang menimbulkan ketidakpastian masa depan demokrasi El Salvador.***

Sumber: SINDOnews.com

Penulis
: Najwa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)