KEPULAUAN MERANTI, datariau.com - Mengharukan Seorang warga Dusun Pecah Buyung, Desa Bantar, Kecamatan Rangsang Pesisir RT04 RW08 yang biasa dipanggil Kakek Atan (70), hidup sendirian setelah cerai dengan istrinya, tampa anak dan keluarga dan hanya hidup sebatang kara digubuk kecil selama 29 tahun, Jumat (7/02/2020).
Hal tersebut diketahui wartawan datariau.com saat kujungan Sahabat H Asmar dalam jumat barokah tempat kediamanya. Sesampainya dikediaman kakek Atan terlihat raut wajah kesedihan yang bertahun-tahun diraskannya, hal tersebut sangat menyentuh hati bagi para-para Sahabat H Asmar.
Saat kujungan Sahabat H Asmar kakek tersebut ditemani salah satu warga/tetangga hal itu dikarenakan faktor usia yang sudah menua dan pikun sehingga susah untuk menjawab sekilas ceritanya saat ditanya awak media, untuk itu salah satu warga/tetanganya mewakili kakek tersebut untuk menceritakan kronologis kisah kakek tersebut.
Dijelaskan salah satu warganya, kebutuhan kakek Atan sehari-hari serta rumah kecil yang dia tinggal selama bertahun, itu dari hasil rasa simpatih dari hasil sumbangan swadaya Masyarakat setempat, hal tersebut dikarenakan kakek sudah lanjut usia dan sudah tidak mampu lagi untuk bekerja.
"Sampai saat ini belum ada menerima bantuan dari pemerintah setempat, kakek Atan hanya bantuan dari masyarakat sekitar yang simpati dengan keadaan kakek tersebut dari mulai rumah sampai kebutuhan sehari-hari, dan kami sangat berterima kasih atas kedatangan Sahabat H Asmar bisa membantu kakek Atan dan mau meluangkan waktunya untuk mengunjungi kakek," kayanya.
Tambahnya, semoga kedepannya ada sosok pemimpin yang peduli dengan nasib masyarakat dan mau mengecek langsung kelapangan siapa yang layak dibantu.
"Hal itu karna banyak saudara kita yang membutuhkan bantuan uluran tangan kita, dan semoga pemimpin selanjutnya mau melihat dan tidak tutup mata karna masih banyak masyarakat kita yang miskin," pungkasnya.(Put)