2 Tahanan Kabur Polres Kampar Ditembak, Sudah 6 Ditangkap, 5 Masih Buron

datariau.com
1.040 view
2 Tahanan Kabur Polres Kampar Ditembak, Sudah 6 Ditangkap, 5 Masih Buron
Foto: detik.com
Dua tahanan Polres Kampar yang kabur ditembak saat ditangkap kembali pada Rabu 14 Mei 2025 malam.

KAMPAR, datariau.com - Kepolisian Daerah Riau menangkap dua tahahan yang kabur dari sel Mapolres Kampar. Dua tahanan itu pun terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap oleh polisi.

Dua tahanan yang ditangkap adalah Feri Rahmadi yang terlibat kasus narkoba, dan Okta Epandri yang terlibat kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Keduanya ditangkap di daerah Air Tiris Kabupaten Kampar, Riau, pada Rabu 14 Mei 2025 malam.

"Kita sudah menangkap dua tahanan yang kabur dan memberikan tindakan tegas dan terukur," kata Wakapolda Riau, Brigjen Adrianto Jossy Kusumo, dikutip okezone.com, Kamis (15/4/2025).

Baca juga: Ditemukan Jejak Kaburnya 11 Tahanan Polres Kampar, Tim Polda Riau Lakukan Pengejaran


Terbaru, diketahui bahwa sudah ada 6 dari 11 tahanan kabur yang berhasil ditangkap kembali, sementara 5 orang lainnya masih buron dan menjadi target pengejaran aparat.

“Kami beri peringatan keras kepada 5 tahanan yang masih melarikan diri, segera menyerahkan diri. Jangan tunggu sampai kami datang menjemput paksa. Polda Riau akan memburu tanpa henti, di mana pun kalian bersembunyi,” tegas Wakapolda dalam pernyataan resminya, dikutip dari laman riaupos.co.

Polda Riau mengerahkan kekuatan penuh dalam pengejaran ini, dengan melibatkan tim gabungan dari Polda Riau dan Polres Kampar. Tak hanya kepada para tahanan, Wakapolda juga mengingatkan keras pihak-pihak yang membantu pelarian atau menyembunyikan para buronan.

“Siapa pun yang terbukti membantu, melindungi, atau menghalangi proses penegakan hukum, akan kami proses pidana. Tidak ada kompromi terhadap siapa pun yang mencoba mengganggu upaya kepolisian,” ujarnya.

Meski situasi ini menimbulkan perhatian publik, Wakapolda memastikan kondisi keamanan di wilayah hukum Polda Riau tetap terkendali.

“Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Jika ada informasi tentang keberadaan para tahanan yang masih buron, segera laporkan. Keamanan masyarakat adalah prioritas kami, dan identitas pelapor akan kami lindungi sepenuhnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Anom Karibianto, mengungkapkan identitas 6 tahanan yang telah ditangkap kembali, yakni Okta Epandri, Feri Rahmadi alias Feri bin Suhali, Ahmad Zahri Andika Ginting, Roni Mahardika, Otrianus dan Rohman alias Uuk bin Taufik.

“Tim masih terus bergerak di lapangan. Upaya pencarian dan pengejaran lima tahanan lainnya dilakukan secara intensif dan terkoordinasi di seluruh wilayah hukum Polda Riau,” ujar Kombes Anom.

12 Personel Polres Kampar Diperiksa Propam


Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Riau melakukan investigasi terkait kaburnya 11 tahanan di Polres Kampar. Saat ini sudah ada 12 personel Polres diminta keterangannya.

Kabid Propam Polda Riau Komisaris Besar Edwin Louis Sengka menjelaskan, pemeriksaan internal karena tahanan kabur masih berlangsung pada Kamis siang, 15 Mei 2025. Namun, tidak disebutkan siapa saja personel yang diminta keterangan.

"Masih berjalan," kata Louis didampingi Kabid Humas Komisaris Besar Anom Karibianto, dikutip liputan6.com.

Louis juga menerangkan Kapolres Kampar AKBP Mihardi sebagai penanggungjawab satuan wilayah diminta keterangan.

"Kita juga periksa Kapolres Kampar terkait tahanan kabur," ucap Kabid Propam Polda Riau Kombes Edwin L Senka dikutip okezone.com.

Pada Rabu dini hari, 14 Mei 2025, ada 11 tahanan Polres Kampar melarikan diri. Mereka merupakan penghuni satu blok tahanan yang terjerat kasus narkoba dan pencurian dengan pemberatan.

Asep menjelaskan, 11 tahanan itu kabur melalui ventilasi ruangan sel setelah dijebol menggunakan gergaji. Pembobolan ventilasi terjadi pada Rabu dini hari.

Sebelum kabur, petugas jaga melakukan patroli sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu tahanan masih ada di sel namun beberapa jam kemudian sudah tidak ada lagi.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)