PEKANBARU, datariau.com - Sebanyak 100-an pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Pekanbaru mengikuti pelatihan bisnis bertajuk Kelas Bagus Jilid 1 di Ballroom Cititel Hotel, Jalan Sisingamangaraja, Sabtu (24/10/2026).
Mengusung tema “UMKM Cerdas, Keuangan Beres, Bisnis Maju”, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Pekanbaru, Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Pekanbaru, dan DPC Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Kota Pekanbaru.
Pelatihan tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMKM mengatasi berbagai persoalan mendasar dalam pengelolaan usaha, terutama pencatatan keuangan, pemisahan keuangan pribadi dan modal usaha, serta pengelolaan arus kas agar bisnis dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan.
Ketua Kadin Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka, S.M., M.M., hadir memberikan pemaparan mengenai pentingnya memperkuat ekosistem kewirausahaan lokal dan menyesuaikan strategi manajerial dengan dinamika pasar.
Melalui inisiatif “Baguskan Pekanbaru!”, ia menekankan pentingnya tata kelola keuangan yang tertib dan terstandar sebagai salah satu fondasi bagi UMKM untuk berkembang dan naik kelas.
Pengelolaan keuangan yang baik juga dinilai dapat meningkatkan kredibilitas usaha, sehingga pelaku UMKM memiliki peluang lebih besar untuk mengakses pembiayaan guna mengembangkan bisnis mereka.
Materi pelatihan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan teknis dari dua praktisi yang memiliki pengalaman di bidang usaha dan pengelolaan keuangan.
Ketua PPJI Kota Pekanbaru, Harrio Ismi Caneca, B.Bus., M.Bus., RFA., membahas perencanaan keuangan operasional, efisiensi rantai pasok, serta manajemen biaya produksi. Materi tersebut terutama relevan bagi pelaku usaha di sektor jasa dan kuliner yang membutuhkan pengendalian biaya secara cermat untuk menjaga keuntungan.
Sementara itu, Founder CV Akuntakita sekaligus Ketua TDA Pekanbaru, Agus Trianto, S.E., memaparkan panduan praktis akuntansi bagi UMKM, mulai dari penyusunan laporan keuangan terstandar hingga pemanfaatan aplikasi digital untuk pencatatan kas.
Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, pelaku usaha diharapkan dapat memantau pemasukan dan pengeluaran secara lebih akurat, mengevaluasi kinerja bisnis, serta mengambil keputusan berdasarkan kondisi keuangan yang terukur.
Antusiasme lebih dari 100 peserta yang mengikuti kegiatan ini menunjukkan besarnya kebutuhan pelaku usaha daerah terhadap edukasi manajerial yang praktis dan dapat langsung diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
Kolaborasi antara Kadin Pekanbaru, TDA Pekanbaru, dan PPJI Kota Pekanbaru pun diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM, khususnya dalam membangun fondasi keuangan yang lebih tertib dan profesional.
Merespons tingginya minat peserta, penyelenggara menargetkan kegiatan serupa dapat berlanjut melalui Kelas Bagus Kadin Jilid 2 dalam waktu dekat.
Program lanjutan tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha sekaligus mendorong lahirnya wirausahawan lokal yang mandiri, tertib administrasi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Melalui penguatan kapasitas dan kolaborasi antarkomunitas usaha, UMKM Pekanbaru diharapkan tidak hanya mampu bertahan menghadapi persaingan pasar, tetapi juga berkembang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. (end)