Mahasiswa Keperawatan UNRI Hadirkan Program SEHATI, Edukasi Lansia Gunung Mulya Kendalikan Hipertensi

datariau.com
139 view
Mahasiswa Keperawatan UNRI Hadirkan Program SEHATI, Edukasi Lansia Gunung Mulya Kendalikan Hipertensi
Foto: Ist.
Mahasiswa KUKERTA Fakultas Keperawatan Unri melalui Kelompok 24 Gema Mulya menghadirkan Program SEHATI bagi masyarakat lanjut usia di Desa Gunung Mulya.

KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Riau (Unri) melalui Kelompok 24 Gema Mulya menghadirkan Program SEHATI (Senam Tai Chi Atasi Hipertensi) bagi masyarakat lanjut usia (lansia) di Desa Gunung Mulya, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar.

Program yang mengusung tema “Membangun Masyarakat Sehat, Inovatif dan Berkelanjutan” ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui edukasi kesehatan serta aktivitas fisik.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 6 Oktober 2026 di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Gunung Mulya dengan melibatkan 26 lansia. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai hipertensi sekaligus memperkenalkan senam Tai Chi sebagai alternatif aktivitas fisik yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh lansia.

SEHATI merupakan program unggulan Kelompok 24 KUKERTA FKp Unri yang beranggotakan 11 mahasiswa, dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan, Ns. Auliana Tesa, M.Kep.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memberikan informasi kesehatan, tetapi juga mendorong masyarakat, khususnya lansia, agar lebih aktif menjaga kesehatan melalui penerapan pola hidup sehat dan aktivitas fisik secara teratur.

Pelaksanaan program tersebut dilatarbelakangi hasil pengkajian di Desa Gunung Mulya yang menunjukkan bahwa hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada kelompok lansia.

Sejumlah lansia diketahui belum rutin memeriksakan tekanan darah, kurang teratur menjalani pengobatan, serta belum optimal melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini menunjukkan perlunya edukasi kesehatan yang mudah dipahami dan pengenalan aktivitas fisik yang sesuai dengan kemampuan lansia.

Rangkaian kegiatan SEHATI diawali dengan edukasi kesehatan mengenai hipertensi. Para peserta diberikan pemahaman tentang pengertian hipertensi, faktor risiko, pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara berkala, serta upaya pengendalian melalui pola hidup sehat dan kepatuhan terhadap pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu lansia mengenali risiko hipertensi sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menjaga tekanan darah secara berkelanjutan.

Setelah sesi edukasi, mahasiswa memperkenalkan senam Tai Chi sebagai bentuk aktivitas fisik dengan gerakan perlahan, terkontrol, dan terkoordinasi. Mahasiswa terlebih dahulu mendemonstrasikan gerakan dasar, kemudian mengajak peserta mempraktikkannya bersama-sama dengan menyesuaikan gerakan terhadap kemampuan masing-masing.

Untuk mengevaluasi pelaksanaan program, mahasiswa juga melakukan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah kegiatan serta evaluasi tingkat pengetahuan peserta. Pengukuran tekanan darah dilakukan untuk melihat perubahan rata-rata tekanan darah selama pelaksanaan kegiatan, sedangkan evaluasi pengetahuan bertujuan mengetahui pemahaman lansia terhadap materi yang diberikan.

Hasil Evaluasi Menunjukkan Perubahan Positif


Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat pengetahuan peserta mengalami peningkatan dari kategori cukup menjadi baik setelah mengikuti kegiatan.

Selain itu, rata-rata tekanan darah peserta sebelum kegiatan tercatat sebesar 147,0/87,5 mmHg. Setelah kegiatan, rata-rata tersebut menjadi 140,6/84,2 mmHg.

Data tersebut menunjukkan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 6,4 mmHg dan diastolik sebesar 3,3 mmHg setelah pelaksanaan Program SEHATI.

Hasil evaluasi ini memberikan gambaran positif, terutama dalam peningkatan pengetahuan peserta dan perubahan rata-rata tekanan darah setelah kegiatan berlangsung.

Meski demikian, pengukuran yang dilakukan dalam satu kali kegiatan belum dapat memastikan pengaruh jangka panjang senam Tai Chi terhadap pengendalian hipertensi. Karena itu, aktivitas fisik tetap perlu diimbangi dengan pemeriksaan tekanan darah secara rutin, penerapan pola hidup sehat, serta kepatuhan menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Penulis
: Yona Junita
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)