DATARIAU.COM - Ada fenomena baru yang cukup menarik perhatian banyak orang yakni surrogacy atau penyewaan rahim. Film bertema surrogate mother dapat memberikan gambaran terkait praktik ‘sewa rahim’ yang jadi bisnis rahasia ini.
Surrogacy atau surogasi memang masih ilegal di kebanyakan negara di dunia sehingga beberapa orang melakukannya secara diam-diam. Namun, ‘sewa rahim’ bayarannya sangat tinggi sehingga beberapa wanita bersedia melakukannya.
Ekonomi dan Bisnis ‘Sewa Rahim’
Masalah ekonomi dialami oleh banyak orang di seluruh dunia, tidak terkecuali di negara maju sekalipun. Harga kebutuhan yang mahal, harga sewa rumah yang kian naik, dan berbagi biaya yang semakin membengkak.
Apakah ‘sewa rahim’ bisa jadi solusi untuk masalah ini? Sangat mungkin, sebab meminjamkan rahim untuk surogasi bayarannya tidak sedikit. Seorang ibu pengganti atau surrogate mother bisa mendapatkan bayaran ribuan dolar.
Mengandung 9 bulan untuk pasangan lain mungkin bisa memberikan penghasilan yang lebih besar dari pekerjaan sehari-hari seorang ibu pengganti. Hal ini yang mendorong beberapa orang tertarik dan bersedia untuk meminjamkan rahimnya.
Di beberapa negara dengan tarif mahal, bayaran menjadi surrogate mother bahkan bisa untuk membeli properti mahal seperti rumah. Banyak wanita yang membagikan ceritanya menjadi seorang ibu pengganti dan bagaimana praktik tersebut dapat membantu perekonomian keluarganya.
Salah satu contohnya adalah seorang wanita dari Jawa Barat telah menjalankan praktik surrogasi. Wanita tersebut menjadi surrogate mother melalui agensi luar negeri dan diberi bayaran sebesar 50.000 dollar untuk setiap kehamilan. Jadi, totalnya mencapai 750 juta rupiah untuk setiap proses kehamilan surogasi.
Fakta Seputar Surogasi
Kamu bisa mempelajari di film tema surrogate mother yang mengupas banyak hal mengenai isu ‘sewa rahim’. Prosedur medis dari surogasi mirip dengan bayi tabung, tetapi ada perbedaan mendasar yang perlu diketahui.
Proses surogasi dilakukan dengan sel telur yang dibuahi sperma melalui laboratorium eksternal sehingga prosesnya mirip bayi tabung. Namun, embrio dari proses surogasi ini ditanam di rahim wanita lain. Ini merupakan prosedur surrogacy yang banyak dilakukan di seluruh dunia.
Biaya untuk ‘sewa rahim’ sangat mahal, seperti di Amerika Serikat yang mencapai angka 1,5 - 2 miliar Rupiah. Belum lagi biaya untuk pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, biaya kesehatan ibu pengganti, biaya administrasi dari pemerintah setempat, dan lain sebagainya.
Bagi si ibu pengganti, juga ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Beberapa persyaratan untuk surrogate mother pada umumnya mencakup hal-hal berikut.
1. Memiliki riwayat kesehatan yang baik
2. Berat badan normal
3. Minimal pernah mengalami satu kehamilan sehat
4. Memiliki satu anak kandung
5. Berusia 21-37 tahun
6. Atas persetujuan suami
7. Tidak memiliki riwayat komplikasi saat mengandung dan melahirkan
8. Sudah melalui pengecekan dokter kandungan secara intensif
Hanya mereka yang lolos persyaratan yang bisa jadi surrogate mother. Biasanya pasangan yang akan menggunakan jasa sewa rahim tersebut juga akan melakukan pendekatan dulu untuk mengetahui lebih banyak mengenai calon ibu penggantinya.
Surrogate mother akan meminjamkan rahim saja atau rahim dengan sel telur sesuai prosedur surogasi yang akan dilakukan. Proses ini bisa dilakukan berulang-ulang jika kehamilan gagal.
Kemudian ibu pengganti yang merawat janin dari pasangan terkait selama masa kehamilan. Setelah lahir, ibu pengganti akan menyerahkan bayi dan hak seluruhnya kepada ayah dan ibu kandungnya.
Surogasi di Indonesia adalah Ilegal
Surogasi ilegal? Ya, pemerintah Indonesia melarang praktik ‘sewa rahim’. Proses gestational surrogacy dikategorikan sebagai kehamilan di luar cara alamiah sehingga tidak sesuai undang-undang yang berlaku.
Hukum Indonesia hanya memperbolehkan pasangan suami istri yang sah untuk melakukan pembuahan sperma dan sel telur yang nantinya ditanamkan ke dalam rahim dari sel telur berasal, bukan rahim wanita lain seperti surrogacy.
Bagaimana jika praktik ini dilakukan? Kontroversi menjadi ibu pengganti yang masih ‘tabu’ di banyak negara memang menarik untuk dipelajari. Film bertema surrogate mother bisa jadi tontonan yang akan menjawab rasa penasaranmu. (***)