Ghost Fishing, Ancaman Tersembunyi di Balik Jaring yang Terbuang

Oleh: Susila Wahida
datariau.com
1.817 view
Ghost Fishing, Ancaman Tersembunyi di Balik Jaring yang Terbuang
Ilustrasi. (Foto: int)

DATARIAU.COM - Pernahkah kita membayangkan bahwa alat tangkap ikan yang terbuang di laut masih terus "memancing" tanpa henti?

Fenomena ini dikenal dengan istilah "ghost fishing" atau "penangkapan hantu" -sebuah permasalahan serius yang mengancam keberlanjutan ekosistem laut kita, khususnya terkait penggunaan jaring insang (gillnet).

Memahami Ghost Fishing dan Gillnet


Ghost fishing terjadi ketika alat tangkap ikan yang hilang, terbuang, atau ditinggalkan di laut tetap aktif menangkap organisme laut. Gillnet, atau jaring insang, menjadi salah satu penyumbang terbesar masalah ini. Jaring ini dirancang untuk menjerat ikan di bagian insangnya, namun ketika terbuang di laut, dapat bertahan hingga ratusan tahun karena terbuat dari bahan sintetis yang sulit terurai.

Kasus Nyata Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu


Pada Agustus 2023, tim gabungan KKP dan komunitas penyelam berhasil mengangkat 2,5 ton jaring hantu dari kawasan Teluk Jakarta. Investigasi menunjukkan:

- 70% jaring tersebut adalah gillnet yang telah berada di dasar laut selama 2-5 tahun

- Ditemukan 234 ikan mati terjerat

- Kerusakan terumbu karang mencapai radius 500 meter

- Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai Rp 500 juta per bulan

Dampak yang Mengkhawatirkan

Penelitian menunjukkan bahwa ghost fishing dengan alat tangkap gillnet telah menyebabkan berbagai dampak serius:

- Kematian Organisme Laut Tak Terencana: Ikan-ikan yang terjerat mati sia-sia dan membusuk, menjadi umpan yang menarik organisme lain untuk terjerat, menciptakan siklus kematian yang berkelanjutan.

- Kerusakan Habitat: Jaring yang tersangkut merusak terumbu karang, mengganggu pertumbuhan vegetasi laut, mengubah struktur dasar laut.

- Kerugian Ekonomi: Menurunnya stok ikan komersial, biaya pembersihan yang mahal, gangguan pada aktivitas pelayaran.

Solusi yang Dapat Diterapkan


Untuk mengatasi permasalahan ghost fishing, beberapa langkah dapat diambil:

- Pencegahan: Penggunaan sistem penanda pada alat tangkap; Pelatihan nelayan tentang penanganan gillnet yang benar; Penetapan regulasi yang lebih ketat tentang penggunaan gillnet.

- Mitigasi: Program Jaring Kembali ke Darat, pengangkatan alat tangkap yang terbuang; Penggunaan material yang lebih ramah lingkungan; Sistem pelaporan kehilangan alat tangkap.

- Edukasi dan Kesadaran: Sosialisasi dampak ghost fishing kepada masyarakat pesisir; Pelatihan praktik penangkapan ikan yang bertanggung jawab; Kampanye kebersihan laut.

PENUTUP


Ghost fishing bukan lagi hantu tak terlihat, namun merupakan ancaman serius bagi keberlanjutan sumber daya laut dan ekonomi masyarakat pesisir kita. Dengan data konkret dan solusi terukur, kini saatnya bertindak nyata melalui kerja sama semua pihak.

Setiap jaring yang diselamatkan bukan hanya sekedar investasi untuk masa depan laut Indonesia, tetapi juga langkah nyata menyelamatkan lautan kita dari "hantu" yang mengintai di bawah permukaan air. Masa depan ekosistem laut Indonesia ada di tangan kita semua.(rls)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)