Ghost Fishing: Ancaman Bagi Ekosistem Laut

Oleh: Siti Khalijah
datariau.com
1.755 view
Ghost Fishing: Ancaman Bagi Ekosistem Laut
Ilustrasi. (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Di perairan dunia, kehidupan laut yang kaya akan biodiversitas saat ini tengah menghadapi ancaman yang semakin besar, salah satunya adalah ghost fishing.

Istilah ini merujuk pada fenomena di mana alat tangkap ikan yang terbuang atau terlupakan, seperti jaring, tali pancing, dan perangkap, terus menangkap ikan dan makhluk laut lainnya meski sudah tidak digunakan lagi oleh manusia. Fenomena ini berbahaya bagi ekosistem laut dan berpotensi merusak keseimbangan alam yang sudah rapuh.

Apa Itu Ghost Fishing?


Ghost fishing terjadi ketika alat tangkap yang tidak lagi digunakan atau hilang di laut masih terus berfungsi menangkap ikan atau organisme laut lainnya. Alat tangkap ini bisa berupa jaring, trawl, perangkap ikan, dan tali pancing.

Alat-alat ini, jika terbuang atau tertinggal di dasar laut, dapat terus membunuh organisme yang terperangkap tanpa ada yang mengambil manfaat dari hasil tangkapan tersebut. Selain itu, makhluk laut yang terperangkap biasanya mengalami stres, luka, atau bahkan kematian, yang memperburuk kondisi ekosistem laut.

Dampak Terhadap Ekosistem Laut


1. Ancaman Terhadap Keanekaragaman Hayati Laut

Ghost fishing dapat menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati laut. Organisme yang terperangkap, seperti ikan, penyu, mamalia laut, hingga burung laut, sering kali mati tanpa adanya kesempatan untuk dilepaskan kembali. Hal ini mengurangi populasi spesies yang ada di laut, yang berimbas pada ketidakseimbangan rantai makanan.

2. Kerusakan Terhadap Habitat Laut

Alat tangkap yang terbuang dapat merusak habitat penting bagi banyak spesies laut. Misalnya, jaring yang terdampar di dasar laut bisa merusak terumbu karang dan hutan bakau yang berfungsi sebagai tempat berkembang biak dan berlindung bagi berbagai jenis organisme.

3. Penyebaran Penyakit dan Polusi

Alat tangkap yang terbuang di laut juga bisa menjadi tempat berkembang biaknya organisme penyebar penyakit yang merugikan. Selain itu, banyak alat tangkap yang terbuat dari bahan plastik atau material lain yang bisa mencemari laut, mengancam kesehatan laut dalam jangka panjang.

Faktor Penyebab Ghost Fishing


Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya ghost fishing antara lain:

- Peralatan yang Terbuang atau Hilang: Alat tangkap yang hilang karena kecelakaan saat beraktivitas di laut atau karena kerusakan peralatan.

- Aktivitas Perikanan yang Tidak Terkontrol: Penggunaan peralatan yang tidak ramah lingkungan atau pengelolaan perikanan yang buruk.

- Kurangnya Pengawasan dan Penegakan Hukum: Banyak negara yang tidak memiliki regulasi yang ketat mengenai pembuangan alat tangkap atau tidak dapat menegakkan aturan tersebut secara efektif.

- Penggunaan Peralatan yang Tidak Dapat Didaur Ulang: Banyak alat tangkap yang tidak terbuat dari bahan yang ramah lingkungan, sehingga sulit untuk mendaur ulang atau mengurangi dampak buruk terhadap laut.

Solusi untuk Mengurangi Ghost Fishing


Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan sektor perikanan. Beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengurangi ghost fishing antara lain:

1. Peningkatan Kesadaran dan Pendidikan

Meningkatkan kesadaran nelayan dan masyarakat tentang dampak negatif dari ghost fishing sangat penting. Program pelatihan dan edukasi mengenai penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan dan cara penanganan peralatan yang tepat dapat membantu mengurangi fenomena ini.

2. Regulasi yang Lebih Ketat

Pemerintah perlu menetapkan regulasi yang lebih ketat terkait pembuangan alat tangkap dan merumuskan aturan untuk meminimalisir penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Selain itu, penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar aturan juga sangat penting.

3. Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan

Teknologi yang lebih ramah lingkungan dan efisien dalam perikanan perlu dikembangkan. Misalnya, penggunaan alat tangkap yang dapat dihancurkan secara alami jika hilang atau peralatan yang dapat melacak dan mengambil kembali alat yang hilang.

4. Program Pengumpulan Alat Tangkap yang Hilang

Beberapa negara dan organisasi sudah melaksanakan program pengumpulan alat tangkap yang terbuang atau hilang dari laut. Melalui program ini, nelayan dan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam membersihkan laut dari alat tangkap yang tidak terpakai.

Kesimpulan


Ghost fishing merupakan ancaman serius bagi ekosistem laut, yang dapat merusak keseimbangan kehidupan di dalamnya. Meskipun demikian, masalah ini dapat diatasi dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor perikanan untuk mengurangi dampak negatif dari alat tangkap yang hilang. Langkah-langkah preventif dan solusi berbasis teknologi ramah lingkungan bisa menjadi kunci untuk mengurangi ghost fishing dan menjaga kelestarian laut kita. ***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)