DATARIAU.COM-Anakku...
Kehadiranmu adalah bahagia. Keberadaanmu niscaya keindahan tiada tara. Kerena memang kami yang menginginkannya. Di tengah bahtera yang kami arungi bersama.
Ayah begitu mencintaimu. Meski dalam perjalanan saat ini dan esok hari, terkadang ada rasa sakit yang harus ayah nikmati. Tapi ayah tahu itu bukan derita. Melainkan bagian dari runtutan perjalanan ayah tuk menjadi ayah sesungguhnya, menjadi orangtua.
Anakku...
Ayah begitu menyadari, bahwa menjadi orangtua bukanlah hal yang mudah. Bukan sesuatu yang mengalir secara alamiah. Melainkan harus dengan bekal dan ilmu, yang harus Ayah persiapkan, agar kelak perjalanan kita berikutnya terasa begitu bermakna. Saat kau telah terlahir ke dunia dan kemudian tumbuh menjadi remaja hingga dewasa.
Maafkan Ayah, jika kelak di tengah perjalanan itu ternyata ada yang tidak sempurna. Karena sesungguhnya Ayah hanyalah manusia biasa, yang berpeluang melakukan salah dan lupa. Tapi sayang, kau tak perlu khawatir, karena Ayah akan terus berupaya memperbaikinya
Anakku...
Ketahuilah! Ayah bukan hanya akan menjadi orangtuamu. Tapi Ayah ingin sekali bisa lebih dari itu. Ayah ingin kelak juga dapat menjadi kawan bermainmu. Menjadi sahabatmu. Saat kelak kau mau membagi cerita-cerita indah maupun pedih dalam kehidupanmu. Tentang masa sekolahmu, tentang kawan-kawanmu, tentang rasa cinta di hatimu pada sosok yang suatu saat mungkin akan menjadi pendamping hidupmu.
Untuk itu...
Ceritakanlah semua duhai anakku, padaku atau juga Ibumu.Karena kami tak akan memarahimu atau menghakimimu. Karena kami orangtua terkasihmu. Bukanlah musuhmu.
Anakku...
Ayah ingin memberitahukan sedikit hal tentang hidup padamu. Tentang nilai-nilai yang ingin ayah patri dalam hatimu.
Ketahuilah sayang!
Bahwa hidup adalah cinta. Maka tebarkanlah rasa cinta itu kepada segenap makhluk-Nya.
Dengan rasa cinta itulah kau akan mampu menjadi pribadi yang penuh empati, dan dapat terus saling mengasihi.
Hidup ini adalah sebuah perjalanan panjang menuju keabadian di surga. Maka berperilakulah yang mulia.
Hidup ini tak melulu soal harta dan benda. Maka janganlah kau menjadi orang yang serakah karenanya.
Tapi, bukan berarti kita tak boleh kaya, karena dengan kekayaan itulah kita akan mudah dan mampu berbagi tuk sesama.
Anakku...
Melalui surat cinta ini, Ayah ingin berjanji. Akan berusaha menjadi Ayah yang mampu membahagiakanmu.
Menjadi pelindung bagimu. Yang mampu mengobati rasa perihmu. Yang dapat menjadi pelipur laramu.
Ayah berjanji pada hatiku dan juga dirimu. Takkan berperilaku yang dapat membuat kau merasa tak nyaman bersamaku. Dan ayah mohon kepadamu, ingatkanlah ayah jika kelak lalai menepati janji-janji itu. Karena sesungguhnya dalam masa hidup ini, ayah akan menjadi tua, yang pasti semakin melemah memorinya.
Anakku...
Di masa-masa pertubuhanmu kelak, ayah tahu kau akan banyak berbuat hal-hal yang ingin kau tahu. Sebagai upaya untuk membentuk diri dan mengisi otakmu. Tapi, yakinlah, seberapa sering pun kau melakukan kesalahan, ayah tak akan pernah menganggapmu anak yang nakal. Karena ayah tahu, dengan kesalahan-kesalahan itulah kau akan memahami kebenaran.
Anakku...
Jika suatu waktu ayah menegur atas perilakumu, yakinlah bahwa itu bukan karena ayah membencimu.
Melainkan karena ayah cinta padamu, tak ingin kau berbuat nista dan berperilaku hina.
Tapi ayah akan tetap berupaya untuk melaksanakannya dengan cara yang santun dan mulia.
Karena ayah tak ingin kau menjadi terluka.
Anakku...
Bagaimanapun, ayah pernah menjadi anak seperti dirimu. Yang ingin selalu dicintai dan dihargai.
Tapi kau tentu belum pernah berada di posisi ayah sebagai orangtua, yang sepatutnya dikasihi dan dihormati.
Untuk itu, marilah kita bangun kerjasama yang utuh, dengan memenuhi kewajiban kita dan menghargai hak yang lainnya.
Anakku...
Surat cinta ini tentu belum cukup mewakili segenap isi hati ayah. Pun belum cukup menggambarkan seluruh isi dunia. Tapi biarlah ini cukup sebagai bekal pembuka, untuk menantikan kehadiranmu di tengah kehidupan ayah. Jadilah kau kelak anak yang berbakti kepada Allah dan rasul-Nya, hingga kau mampu pula membaktikan diri kepada kami orangtuamu. Jadilah kau anak yang cerdas, arif dan bijaksana. Hingga kau dapat bermanfaat bagi dunia dan segenap isinya. Jika maut suatu saat sudah menghampiri ayah duluan maka ingat lah pesan Ayah ini.Bagaimana pun orang-orang berupaya Untuk menjauhkan ayah denganmu sungguh suatu saat Allah akan punya cerita disaat kita berjumpa,ayah memang tak tau siapa namamu nak tapi ayah akan tau dirimu sebab kromosom ayah mengalir didirimu