DATARIAU.COM - Bunga kamboja, ya setiap orang pasti tahu bunga ini. Bunga kamboja memang selalu identik dengan kuburan dan pemakaman, jika kamu pergi ke daerah pemakaman di Indonesia, pasti akan menemukan pohon kamboja tertanam tegak berdiri di sana.
Kisah mistis memang selalu menyertai pohon kamboja, namun bukan berarti keberadaannya tidak memiliki penjelasan ilmiah. Kamboja, semboja atau frangpiani adalah kelompok tumbuhan dalam keluarga Plumeria. Pohon kamboja mulai mencapai masa dewasanya ketika tingginya telah melebihi satu meter. Tanaman khas daerah tropis ini harus terpapar cahaya matahari langsung minimal enam jam setiap hari. Pohon kamboja tumbuh dengan daun yang terbilang jarang, tapi tebal.
Dikutip dari laman plantcaretoday.com, bunga kamboja memiliki berbagai variasi warna mahkota, yaitu: putih, merah muda, merah, kuning hingga merah keunguan. Biasanya jumlah mahkotanya adalah lima helai. Bunga yang memiliki mahkota berjumlah empat atau enam termasuk langka dan cenderung dipercaya memiliki energi gaib oleh masyarakat sekitar. Pohon ini berakar serabut dan bunganya tidak terlalu kasar, tapi juga tidak terlalu halus.
Pohon kamboja berasal dari Amerika Tengah. Nama famili dari tumbuhan ini, Plumeria, ditetapkan untuk menghormati Charles Plumier (1646-1706). Ia adalah pakar botani asal Perancis yang pertama kali meneliti tanaman ini. Bibit pohon ini akhirnya menyebar ke berbagai daerah tropis untuk ditanam dan dirasakan manfaatnya.
Sebenarnya pohon ini bisa tumbuh di daerah bermusim dingin, asalkan dipelihara di dalam ruangan dengan pencahayaan sinar ultraviolet yang cukup. Setiap daerah tempat penyebaran pohon kamboja ini memanfaatkannya secara berbeda.
Jika kamu berkunjung ke Bali, pohon kamboja ditanam di hampir setiap pura serta sudut kampung dan memiliki fungsi penting dalam kebudayaan setempat. Berbeda dengan kebanyakan tempat di Indonesia.
Kebanyakan tempat lain di Indonesia, pohon kamboja memang ditanam di perkuburan, salah satunya sebagai peneduh bagi pengunjung yang datang. Namun itu bukan satu-satunya alasan pohon kamboja ditanam di daerah perkuburan. Pohon kamboja dapat diperbanyak dengan mudah, yaitu hanya dengan stek batang. Apalagi iklim dan cuaca Indonesia sangat cocok untuk pertumbuhannya.
Yang lebih unik lagi, pohon kamboja merontokkan bunganya bahkan sebelum layu, dalam kondisi masih menyimpan wanginya secara optimal. Keadaan ini lah yang dapat membuat kuburan dapat tertabur bunga secara berkala dan tetap wangi, meskipun tidak ada orang yang datang menaburkan bunga ke kuburan tersebut.
Di sisi lain, jasad dalam kuburan akan membusuk secara organik dan membuat tanahnya sangat subur. Pohon kamboja sangat membutuhkan pemupukan intens dan kuat, untuk bisa terus hidup dan berbunga. Jadi bisa dikatakan pohon kamboja di kuburan adalah bentuk siklus pemupukan dan pengendalian aroma yang terus berputar.
Proses terjadinya Siklus ini tidak akan optimal jika menggunakan tumbuhan lain, misalnya tumbuhan berbuah yang justru bisa menambah bau saat membusuk atau bunga yang rontok saat layu.
Bunga kamboja yang telah rontok dan menjadi layu di tanah pun bisa dikumpulkan untuk dikeringkan dan dijadikan wewangian. Hal Ini juga bisa menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat sekitar kuburan. Itulah alasan pohon kamboja selalu ada di kuburan Indonesia. (*)
Sumber
: https://www.arah.com/article/52222/kamu-harus-tahu-ternyata-inilah-alasan-pohon-kamboja-selalu-ada-di-kuburan.html