Advertorial Pemerintah Kota Pekanbaru

Keberhasilan Pj Walikota Muflihun Kelola Sampah, Kota Pekanbaru Raih Sertifikat Adipura

datariau.com
1.036 view
Keberhasilan Pj Walikota Muflihun Kelola Sampah, Kota Pekanbaru Raih Sertifikat Adipura
Foto: Ist.
Pj Walikota Pekanbaru Muflihun SSTP MAP saat menerima Sertifikat Adipura dari Menteri LHK RI Prof DR Siti Nurbaya MSc, di Aula Manggala Wanabakti Gedung Kantor Kemen LHK, Jakarta Pusat, Selasa (28/2/2023).

PEKANBARU, datariau.com - Pj Walikota Pekanbaru Muflihun SSTP MAP menerima Sertifikat Adipura dari Menteri LHK RI Prof DR Siti Nurbaya MSc, di Aula Manggala Wanabakti Gedung Kantor Kemen LHK, Jakarta Pusat, Selasa (28/2/2023).

Sertifikat Adipura ini merupakan pertanda bahwa selangkah lagi Kota Pekanbaru akan kembali meraih Piala Adipura sebagai Kota Besar Bersih di Indonesia, setelah sekian lama absen. Pj Walikota Muflihun tampak senang dengan perolehan tersebut, bahwa usahanya dalam satu tahun terakhir untuk membenahi Kota Pekanbaru mulai menampakkan hasil menakjubkan.

"Alhamdulillah, ini menjadi awal langkah kita bersama untuk memperoleh hasil yang lebih baik kedepannya, terutama dalam masalah kebersihan Kota Pekanbaru. Tentunya kita juga perlu partisipasi masyarakat untuk kepedulian lingkungan, agar Kota Pekanbaru lebih nyaman kedepannya," ujar Pj Walikota Pekanbaru Muflihun, Selasa (28/2/2023).



Untuk meraih Piala Adipura, Pj Walikota menyebutkan, masih ada perbaikan dan langkah-langkah yang diupayakan. Namun upaya tersebut tidak cukup dilakukan oleh Pemerintah saja, namun juga dukungan masyarakat Pekanbaru.

"Gerakan kita harus masif, jaga lingkungan kebersihan mulai dari rumah sendiri dulu. Dengan demikian tahapan kita untuk meraih tingkatan Adipura bisa dicapai," ucapnya.

Sertifikat Adipura yang diterima ini bentuk apresiasi dan penilaian bahwa terdapat peningkatan yang cukup tinggi yang diperoleh Pemko Pekanbaru dalam menciptakan Kota Besar Bersih.

Ini membuktikan bahwa upaya-upaya yang dilakukan Pemko Pekanbaru dalam menfasilitasi terkait kebersihan lingkungan serta peran masyarakat akan lingkungannya sudah meningkat.

"Langkah selanjutnya, kita akan melalukan pembenahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), upaya pengurangan produksi sampah seperti program Bank Sampah, Kompos, pengurangan sampah plastik dan pemilihan sampah," ujarnya.



Selanjutnya pihaknya juga ingin ada peran serta dan kepedulian dari masyarakat supaya pengelolaan sampah bisa lebih baik. Kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah sangat penting.

"Untuk mendukung hal ini, kita mengintruksikan pihak DLHK, Kecamatan dan Kelurahan untuk sosialisasikan kepada masyarakat. Kita tak sekedar mengejar Piala Adipura, namun bagaimana Kota Bertuah yang kita cintai ini bisa lebih nyaman, asri dan bersih. Adipura ini bukan untuk saya, tapi untuk Kota Pekanbaru yang kita cintai," ungkapnya.

Memang, Kota Pekanbaru sekian lama tidak lagi meraih Piala Adipura seiring sampah yang semakin tidak terkendali. Terakhir, Kota Pekanbaru meraih Piala Adipura pada tahun 2013, Walikota Pekanbaru saat itu Almarhum Herman Abdullah memberikan Piala Adipura ketujuh secara berturut-turut sebagai kado di akhir masa jabatannya.

Mulai Tahun 2014 Kota Pekanbaru tidak lagi mendapat anugerah adipura, salah satu sebabnya penilaian adipura sudah mengalami perubahan, dimana penilaian tidak lagi secara parsial melainkan komprehensif, yang menyertakan penilaian terhadap visi kepala daerah dan partisipasi masyarakat.

Pada tahun 2016 sampai tahun 2021 sampah yang berada di Kota Pekanbaru sudah tidak bisa teratasi. Gagalnya Pekanbaru mendapatkan Adipura tidak terlepas akibat polemik sampah yang sempat terjadi isu besar baik di daerah maupun nasional.

Setelah 10 tahun absen, akhirnya Pemerintah Kota Pekanbaru kembali mendapatkan penghargaan sertifikat Adipura 2023. Sejarah kembali mencatat prestasi penghargaan sertifikat adipura pada tahun 2022, pada masa Pemerintahan Pj Walikota Pekanbaru Muflihun Pekanbaru kembali meraih sertifikat adipura.

Dengan demikian Kota Pekanbaru telah mampu masuk dalam penilaian sesuai aturan dalam Permen LHK Nomor P.76/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019 Tentang Adipura Terjadi Perubahan Konsep Penilaian Adipura yakni berbasis data pengurangan sampah, klasifikasi kota, dan konsep tambahan indikator program kampung iklim (Proklim) dan pengembangan pemantauan berbasis teknologi.

Tambahan indikator tersebut dimasukkan dalam penilaian untuk mendorong percepatan pencapaian target 20.000 Proklim pada 2024.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)