Panorama Alam Hulu Sungai Kuantan bikin Wisatawan Bule Merindu

2.471 view
Panorama Alam Hulu Sungai Kuantan bikin Wisatawan Bule Merindu
Sungai Kuantan adalah salah satu sungai terpanjang di Kuansing. Bentangan sungai ini diperkirakan hampir ratusan kilometer. (rtc)
TELUK KUANTAN, datariau.com - Sungai Kuantan adalah salah satu sungai terpanjang di Kuansing. Bentangan sungai ini diperkirakan hampir ratusan kilometer.

Sungai Kuantan bagi masyarakat Kuansing merupakan urat nadi kehidupan mereka. "Sungai tempat mereka mandi, mencuci, bahkan sungai Kuantan sebagai jalur transportasi ekonomi masyarakat setempat," ujar salah seorang pemandu wisata alam di Kuansing, Asari, kemarin, Sabtu (13/9/14).

Sungai Kuantan ini pada bagian hulunnya memiliki beraneka ragam pesona alam yang indah. Merupakan tempat wisata alam bagi yang menyukai hobi berpetualang menjelajah hutan.

Misalnya di kawasan Kadoresan. Kawasan ini berjarak 14 kilometer dari Desa Koto-Kombu, Kecamatan Hulu Kuantan. Dikawasan ini batu-batu besar dari berbagai bentuk dan ukuran banyak ditemukan. Untuk mencapai kawasan ini, pengunjung bisa menyewa speedboat kepada masyarakat setempat.

Salah seorang pengunjung asal Selandia Baru, Mr Jemy mengatakan, berwisata di alam bebas bagi dirinya jauh lebih enak jika dibandingkan berwista di kawasan perkotaan. Sebab kata Jemy, selain udaranya sejuk, panorama alam disepanjang Sungai Kuantan benar-benar indah dan asli.

"Ini kali kedua saya mengunjungi kawasan ini. Saya menyukai alam ini," tutur Jemy.

Jemy tidak datang sendirian, melainkan istri beserta teman sejawatnya dari Belanda yang diketahui bernama Denis ini juga menyukai petualangan dialam bebas. Menurut mereka berdua, berkunjung kekawasan hulu sungai kuantan ini tidak hanya sekedar melihat keindahan alam semata. Melainkan banyak sejarah yang terjadi dikawasan hulu sungai pada zaman penjajahan jepang dulu.

"Kami juga ingin mengunjungi jejak-jejak kereta api zaman penjajahan dulu. Kami tau di kawasan hulu sungai banyak sejarah yang terjadi disana," tutur Jemy lagi.

Kata Jemy, demi untuk menelusuri jejak jejak sisa peninggalan kereta api zaman penjajahan dahulu, dirinya bersama rekannya telah mengunjungi beberapa daerah mulai dari Silokek, Sumtera Barat hingga Pekanbaru.

"Kami telusuri terus jalurnya, hanya untuk mencari lokomotif yang tersisa," ujar Jemy.

Menelusuri jejak sejarah itu ucap Jemy, merupakan hobinya dari dulu. Dia menyukai sejarah. Mulai dari sejarah penjajahan Jepang di Riau hingga penjajahan Belanda, dipelajarinya.

Tankoban Kurang Peminat
Sebenarnya panorama alam yang cukup indah dibagian hulu sungai Kuantan ini cukup banyak. Ada Kawasan wisata Tangkoban Perahu, Batu Buaya, Batu Lipat Kain, Batu Petai, dan Batu Ojung.

Dari sekian banyak panorama alam yang layak dikunjungi di kawasan Hulu Kuantan, air terjun tujuh tingkat Tangkoban cukup digemari. Airnya jernih, hutannya masih utuh tejaga. Uniknya, dari masing-masing tingkat memiliki kolam renang yang terbuat secara alami. Ukuran kolamnya berbeda.

Sayangnya, air tejun tujuh tingkat Tangkoban kondisinya saat ini, kurangnya perhatian pemerintah terhadap kawasan ini, sehingga membuat pengunjung kurang betah berlama-lama, seperti rusaknya infrastruktur jalan menuju lokasi dan sarana pendukung lainnya untuk pengembangan kawasan.

"Pemerintah harus memperhatikannya. Sebab keaslian alam serta keunikan yang terdapat di kawasan tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor untuk menanamkan modalnya yang dapat menimbulkan multiplier effect bagi pembangunan daerah sehingga kesejahteraan masyarakat terwujud," ujar warga berharap. (*)

riauterkinicom

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)